Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Hobi Memotret Gelandangan, Diana Kim Bertemu Ayahnya Kembali. (Foto: Good Times)
Dream - Diana Kim adalah seorang fotografer Korea-Amerika yang sejak kuliah senang memotret kehidupan gelandangan.
Namun berkat hobinya itu pula, Diana akhirnya bisa bertemu lagi dengan ayahnya yang terpisah sejak dia berusia lima tahun.
Tumbuh besar di Maui, Hawaii, Diana mengatakan bahwa ayahnya adalah orang pertama yang mengajarinya cara memotret.
Wanita 30 tahun itu percaya fotografi adalah jendela untuk melihat segala sesuatu di dunia ini.
Kisah Diana dimulai setelah kedua orang tuanya bercerai. Diana tinggal bersama ibunya, sementara ayahnya pergi entah ke mana.
Saat itu, Diana masih berusia 5 tahun. Diana dan ibunya hidup sangat susah setelah perceraian tersebut.
Mereka berpindah-pindah dari rumah saudara yang satu ke rumah saudara yang lainnya.
Diana dan ibunya bahkan terkadang harus tinggal di taman dan sesekali tidur di dalam mobil.
" Saya selalu menganggap kesulitan hidup sebagai pengalaman sehingga tidak terlalu mengganggu saya. Naluri bertahan hidup saya sangat kuat," kata Diana.
Setelah masuk ke perguruan tinggi pada tahun 2003, Kim mulai hobi memotret. Dia senang mengabadikan kehidupan gelandangan.
Bahkan dalam dekade berikutnya ketika ia menjadi seorang fotografer yang sukses, kehidupan para gelandangan selalu menjadi objek fotografinya.
" Saya bisa memahami penderitaan mereka dari sudut tertentu. Saya tahu apa artinya ditinggalkan dan dilupakan," katanya.
Diana juga paham bagaimana menderitanya gelandangan yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup dan mendapat kebebasan ekonomi.
" Karena saya sudah mengalaminya bertahun-tahun yang lalu," kata Diana.
Ketika sedang memotret kehidupan gelandangan di tahun 2012, Dia tiba-tiba melihat ayahnya di sudut jalan.
Karena berpisah ketika Diana berusia 5 tahun, ayahnya tidak bisa mengenali putrinya sendiri.
Meski sempat ragu, Diana mendekati ayahnya yang sekarang menjadi gelandangan dan menderita skizofrenia.
" Ayah terlihat sangat kurus dan menderita skizofrenia yang parah. Saya memanggilnya 'Ayah' tapi dia tidak menyahut, bahkan menoleh pun tidak," kenang Diana.
Diana berusaha keras agar ayahnya mengenali dirinya lagi. Tapi usahanya sia-sia. Ayahnya tidak merespon Diana dan malah sering berbicara sendiri.
Meski begitu, Diana tidak menyerah. Dia terus mendekati ayahnya agar mengenalinya lagi.
Satu hari, Diana mendengar kabar ayahnya mengalami serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit.
Saat itu, Diana memiliki setitik harapan karena ayahnya akhirnya mendapatkan perawatan sehingga kondisinya bisa disembuhkan.
Setelah mendapat perawatan yang memadai, kondisi ayahnya sangat membaik. Dia sekarang memiliki teman lagi dan mulai mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang.
Bisa melihat ayahnya kembali ke kehidupan normalnya merupakan hadiah terbaik untuk Diana.
Sama seperti bagaimana fotografi bisa mempertemukan dirinya dengan sang ayah, Diana berharap bahwa dia dapat mengubah pandangan orang tentang masalah tunawisma melalui ceritanya.
Sumber: Good Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang