Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Dan Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) (Foto: Liputan6.com)
Dream - Pemerintah mengganti nama jalan tol layang Jakarta-Cikampek menjadi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), Senin 12 April 2021. Untuk meresmikan penggantian nama itu, PT Jasa Marga melakukan penutupan, mulai pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Siapa sebenarnya Sheikh Mohamed bin Zayed. Nama panjangnya Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan. Dia merupakan putra mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab.
Dia merupakan putra ke tiga Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab pertama dan penguasa Abu Dhabi, dari istri ke tiganya, Sheikha Fatima bint Mubarak Al Ketbi.
Pria kelahiran 11 Maret 1961 ini dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo. Kedekatan itu terekam jelas dalam berbagai kesepakatan yang dihasilkan.
Berikut fakta-fakta Sheikh Mohamed bin Zayed?
Presiden Joko Widodo sudah menunjuk tiga tokoh besar sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota negara (IKN) pengganti Jakarta. Ketiganya adalah Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), Masayoshi Son, dan Tony Blair. Uniknya, para dewan pengarah tidak akan diberikan upah atau gaji. Mengingat, Sheikh Mohamed bin Zayed saja memiliki harta kekayaan senilai US$1,4 triliun.
Walaupun tidak diberikan upah, Jokowi menjelaskan mereka akan mendapatkan penghargaan tertinggi lantaran sudah membangun sejarah baru yaitu perpindahan ibu kota. " Tahu enggak angkanya 1,4 tadi, enggak kuat menggaji beliau, US$1,4 triliun bayangin saja," ungkap Jokowi.
Untuk bangunan atau infrastruktur pemerintahan di ibukota baru, Jokowi memprediksi tidak lebih dari Rp100 triliun. Sementara sisanya, bisa dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau pihak swasta.
Dia menjelaskan, anggaran dari APBN itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur dasar yang akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dana itu juga digunakan membangun Istana Kepresidenan serta gedung-gedung kementerian.
Pada kunjungan Sheikh Mohamed bin Zayed ke Indonesia pada akhir Juli 2020, tak hanya menghasilkan kesepakatan bisnis, ia juga berjanji menghadiahi Jokowi sebuah masjid untuk dibandung di kampung halamannya di Solo.
Masjid tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 3 hektare. Lahan yang digunakan merupakan bekas SPBU Gilingan atau bekas depo milik Pertamina Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Banjarsari. Adapun target pembangunan fisiknya diperkirakan rampung dalam waktu 1,5 tahun.
Utusan Dubes RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis, Setyo Wisnu Broto mengungkapkan, desain masjid nantinya hampir mirip dengan Grand Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Masjid tersebut dikenal sebagai salah satu masjid terindah di dunia.
" Desain ini sebenarnya punya hak intellectual, tapi sama Pangeran diberikan untuk Indonesia. Ini satu hal yang luar biasa," ujar Setyo disela pengukuran arah kiblat masjid di lokasi bekas SPBU Gilingan Solo, Kamis, 9 Juli 2020.
MBZ diketahui berkomitmen mendirikan Islamic Center di kompleks masjid yang akan diberikan ke Jokowi. Targetnya, akan membicarakan tentangg Islam ang Rahmatan lil Alamin di Indonesia. Hal itu diungkapkan langsung oleh Mantan Menteri Agama Fachrul Razi pada Rabu 19 Agustus 2020 lalu.
Adapun sejumlah program yang akan dilakukan bersama UEA. Diantaranya pertukaran imam, pondok pesantren dan madrasah.
" Di situ akan dibangun juga semacam Islamic Center. Islamic Center yang betul-betul bicara tentang Islam yang Rahmatan lil Alamin, yang menjadi rahmad bagi alam semesta. Dan InsyaAllah ini akan jalan. Dan ini akan memperkokoh tentang Islam Rahmatan lil Alamin di Indonesia maupun di UEA," ungkapnya.
Grand Mosque tersebut akan menjadi masjid terbesar di Jawa Tengah. Sementara untuk pengelolaan, akan menjadi tanggung jawab Kemenag. Mereka akan membentuk tim sendiri untuk pengelolaan.
Sikap royal Pangeran MBZ ternyata tak berhenti di situ, ia kembali memberikan suntikan dana Rp140 triliun untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Investasi (LPI) dari Uni Emirat Arab (UEA).
Suntikan dana ini ternyata bukan tanpa perjuangan. Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) pada 19 Maret 2021. Dalam pembicaraan akrab, mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara. Salah satu materi yang menjadi fokus pembicaraan adalah INA atau LPI yang telah terbentuk dan beroperasi di Indonesia.
" Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Pada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021," mengutip keterangan kemenlu.go,id, Selasa 23 Maret 2021.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya