Kabar Duka, Lia Eden Meninggal Dunia

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 11 April 2021 12:48
Kabar Duka, Lia Eden Meninggal Dunia
Lia meninggal pada Jumat, 9 April 2021

Dream - Lia Aminuddin atau yang dikenal dengan Lia Eden meninggal dunia pada Jumat 9 April 2021. Kabar duka ini diketahui lewat unggahan akun Instagram @kabarsejuk. Akun instagram itu memberitahu kalau Lia meninggal dunia disuia 73 tahun.

" Lia Eden (Lia Aminudin) yang sejak 1995 meyakini terus menerima bimbingan malaikat Jibril telah meninggal Jumat lalu," tulis akun kabarsejuk.

Diketahui selama ini Lia Eden mengaku telah mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril dan mendirikan aliran kepercayaan baru dengan menyatukan agama-agama seperti Buddishme, Hindu, dan Jainisme di Indonesia.

lia© Instagram

" Paduka Bunda Lia Eden, demikian para pengikutnya menyapa, bersama komunitas Salamullahnya adalah simbol perjuangan kebebasan beragama dan berkeyakinan," tulis akun tersebut.

 

1 dari 3 halaman

Pernah Dipenjara

Lia sebelumnya pernah terlibat kasus hukum. Iia pernah dipenjara di era Susilo bambang Yudhoyono karena dianggap sebagai penyebar aliran sesat.

" Ikhtiar teguh memegang imanmu sampai akhir hayat adalah perjuangan warga untuk mengingatkan dan menagih negara agar menghormati serta memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak-hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia," ungkapnya saat itu.

2 dari 3 halaman

Minta Izin Mendaratkan UFO, Lia Eden Kirim Surat ke NASA

Dream - Setelah beberapa waktu lalu kirim surat ke Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini pemimpin sekte Komunitas Eden, Lia Aminuddin atau Lia Eden mengirimi surat ke Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA).

Dalam surat yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut, Lia memberi tahu NASA mengenai pesawat UFO yang ditumpangi oleh Malaikat Jibril akan mendarat ke bumi. Untuk itu dia meminta NASA memperkenankan UFO tersebut turun ke bumi.

Dalam surat yang dirilis di laman komunitaseden.com, Lia meminta NASA untuk saling bertukar informasi dan mengikat perjanjian.

Lia Eden menyebut satelit LE2 Surga Eden Darussalam akan memonitor setiap informasi yang dikeluarkan satelit NASA. Satelit milik Lia Eden tersebut tidak lain ialah sebutan untuk Malaikat Jibril Roh Kudus.

 

3 dari 3 halaman

Dengan adanya kerja sama tersebut, Lia mengharapkan NASA dapat berkontribusi bagi keselamatan manusia. Jika kerja sama tersebut tidak terjalin, Lia mengatakan bahwa tidak akan ada jalan komunikasi dengan Tuhan.

" If you are unwilling to do it since you consider it is unnecessary, thus there will be no mutual-binding-covenant between NASA and us. For, there is no communication with God and His Heaven without going through a holy path (Jika Anda tidak berkenan melakukannya karena menganggap itu tidak penting, maka tidak akan ada ikatan perjanjian antara NASA dan kita. Tapi akibatnya komunikasi antara Tuhan dan Surga-Nya melalui jalur suci tidak akan ada.)," tulis Lia dalam suratnya.

Lia, dalam suratnya, juga mengingatkan akan adanya pergeseran kutub magnet. Lia menyebut, Indonesia akan menjadi lokasi kutub magnet terbaru.

Adapun Amerika Serikat akan menjadi wilayah dari Kutub Utara. Untuk itu, dia memperingatkan warga yang tinggal segera meninggalkan kedua negara tersebut.

(Laporan: Maulana Kautsar)

 

Beri Komentar