Fakta-fakta Gempa Malang: Dirasakan di 24 Wilayah, Akibat Subduksi Lempengan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 10 April 2021 20:32
Fakta-fakta Gempa Malang: Dirasakan di 24 Wilayah, Akibat Subduksi Lempengan
Informasi terakhir 6 orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa gempa yang mengguncang Malang, Jawa Timur dengan kekuatan 6,1 skala richter (SR).

Per 10 April 2021 pukul 18.00, BNPB mencatat, 6 orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati merinci, 3 orang meninggal dunia di Kabupaten Lumajang, sedangkan masing-masing 2 warga meninggal di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang dan 1 di Kabupaten Malang.

BNPB terus memutakhirkan data berdasarkan kaji cepat dari BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur. Hingga kini, petugas di lapangan masih terus melakukan penilaian dampak dan kebutuhan pasca gempa.

" Informasi sementara, BPBD Kabupaten Tulungagung menginformasikan kerusakan rumah rata-rata pada tingkat rusak ringan," jelas Jati.

 

1 dari 4 halaman

Gempa di Malang, Jawa Timur© Merdeka.com

Sementara, di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Kota Malang, kerusakan rumah pada kategori rusak ringan hingga sedang.

" Sedangkan di Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar, tingkat kerusakan rata-rata ringan hingga berat," ujar Jati.

BPBD Kabupaten Lumajang mencatat ada titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. Jumlah warga mengungsi masih dalam pendataan.

" Sedangkan di Kabupaten Malang, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung belum ada laporan warga yang mengungsi," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Warga Panik

Gempa di Malang, Jawa Timur© Liputan6.com

Gempa tersebut menimbulkan kepanikan yang cukup berarti di sejumlah wilayah yang terkena dampak. Salah satunya masyarakat Tulungagung.

Menurut salah seorang warga bernama Fitri, gempa tersebut membuat masyarakat di wilayahnya berhamburan ke luar rumah kendati keadaan sedang turun hujan yang cukup deras.

" Waktu terjadi gempa sekitar pukul 14.00 WIB goncangan pertama kecil masih nggak sadar, tapi yang kedua sangat terasa, warga di perumahan Jepun Permai Tulungagung pun berhamburan keluar rumah saat hujan deras. Alhamdulillah semua selamat dan tidak terjadi kerusakan" ungkap Fitri.

Selain Tulungagung, warga Malang, Surabaya dan Sidoarjo pun ikut berhamburan ke luar bangunan.

" Sempat dikira biasa, akhirnya semburat keluar rumah," kata Indyah warga Malang.

3 dari 4 halaman

Terasa Hingga Bali dan Lombok

Gempa di Malang, Jawa Timur© Merdeka.com

Kemudian gempa tersebut juga dikabarkan terasa di 24 wilayah di Indonesia. Bahkan disebutkan getarannya juga berdampak hingga Pulau Lombok dan Bali.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno. Ia menyebut, 24 wilayah merasakan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI V sampai II.

Berikut daftar wilayah yang terkena dampak dari getaran gempa di Kabupaten Malang, daerah Turen, Karangkates, Malang, Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat.

Kemudian gempa juga dirasakan di Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, dan Banjarnegara.

4 dari 4 halaman

Akibat Subduksi Lempengan

Gempa di Malang, Jawa Timur© Merdeka.com

Sementara itu berdasarkan keterangan BMKG, gempa di Kabupaten Malang merupakan gempa berskala setengah, yakni titik pusat berada di antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.

Aktivitas tersebut menyebabkan adanya mekanisme pergerakan naik yang terjadi di lempengan, wilayah kerak bumi, sesuai episenter dan kedalaman hiposenternya.

Kendati begitu, BMKG mengatakan jika gempa tersebut tidak berpotensi bencana Tsunami, termasuk aktivitas vulkanik gunung berapi.

" Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 kilometer," ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

BMKG sendiri tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan adanya bencana gempa susulan yang masih mungkin terjadi.

" Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," imbau BMKG di laman resminya.

Beri Komentar