Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Gempa Filipina, 10 Oktober 2025/ Dok: Facebook John Louie Bagot
DREAM.CO.ID - Gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar mencapai 7,4 magnitudo mengguncang pantai selatan Filipina pada pukul 08.43 WIB. Hal tersebut memicu peringatan tsunami dari otoritas Filipina dan Indonesia.
Warga di kota-kota pesisir di wilayah tengah dan selatan Filipina diminta untuk mengungsi, karena pihak berwenang memperingatkan potensi gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter di atas permukaan pasang normal.

Dikutip dari BBC.com, satu orang Filipina tewas akibat gempa yang terjadi pada Jumat 10 Oktober 2025 pagi tadi. Gempa juga menyebabkan pemadaman listrik dan penghentian aktivitas belajar di sejumlah wilayah. Video gempa yang sangat kencang juga banyak beredar di media sosial.
Salah satu yang menggambarkan dahsyatnya gempa diunggah akun Facebook John Louie Bagot. Ia memperlihatkan suasana kampus saat sedang berada di aula, yang awalnya teman-temannya bercanda tapi suasana berubah jadi mengerikan karena goncangan gempa.
Lampu ruangan mati, ditambahkan teriakan panik teman-temannya dalam ruangan. Atap ruangan juga sampai roboh karena kencanganya goncangan gempa.
Gempa di Filipina yang cukup dahsyat tersebut, menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,23° LU ; 126,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 275 Km arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara pada kedalaman 58 km.
" Berdasarkan informasi dari masyarakat, gempabumi dirasakan oleh masyarakat di daerah Tahuna dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Manado dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," tulis BMKG dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari BMKG.co.id.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA di lima wilayah Indonesia, yaitu Kepulauan Talaud, Kota-Bitung, Minahasa-Utara Bagian Selatan, Minahasa Bagian Selatan dan Supiori.
" Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," pesana BMKG.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya