Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Echa Si Putri Tidur Banjarmasin (Foto: Pojoksatu.id)
Dream - Siti Raisa Miranda atau Echa (17) si ‘Putri Tidur’ asal Banjarmasin, akhirnya terbangun usai 9 hari terlelap. Kondisi Echa masih lemah di atas tempat tidur.
Echa mengalami gejala tidur panjang akibat sindrom langka hipersomnia. Orangtua Echa, Mulyadi dan Lili, cemas karena putrinya kembali mengalami gejala tidur panjang.
Echa sempat dibawa keluarga ke RSUD Dr Ansari Saleh, Banjarmasin, karena kondisi tidur panjangnya kembali datang sekitar 9 hari yang lalu.
Setelah 9 hari terlelap siang dan malam, Echa akhirnya terbangun. Ia sudah bisa duduk sendiri meski badannya lemah.
“ Udah bangun pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA, bisa duduk sendiri meski masih lemah,” kata Mulyadi dikutip dari laman Pojoksatu.id, Sabtu 10 April 2021.
Total terhitung sudah sembilan hari Echa tertidur lelap siang dan malam. Echa tidur sejak awal April lalu dan bangun tiga hari jelang bulan Ramadan.
“ Jadi hari kesembilan ini Echa sudah bangun,” imbuh Mulyadi.
Sebelumnya, Mulyadi menyebutkan, Jumat malam 2 April kemarin, kondisi anaknya masih tertidur. Sejak itu, Echa dibawa ayahnya ke rumah sakit untuk rawat inap.
Selama tiga hari di RS Ansari Saleh, anaknya ini belum juga bangun. Akhirnya Echa dibawa pulang ke rumah, karena hasil pemeriksaan medis di RS Ansari Saleh, normal-normal saja.
Pada 2017 lalu, Si Putri Tidur Banjarmasin ini pernah mengalami gejala serupa. Waktu itu, Echa sempat tertidur selama 13 hari.
Hipersomnia adalah kondisi yang membuat seseorang merasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari.
Kondisi ini juga dapat terjadi meski seseorang itu sudah tidur dalam waktu yang lama. Hipersomnia dapat disebut dengan excessive daytime sleepiness (EDS).
(Sumber: Pojoksatu.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya