Panduan Ibadah Ramadan 2021 Tak Berlaku untuk Zona Merah dan Oranye

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 9 April 2021 19:02
Panduan Ibadah Ramadan 2021 Tak Berlaku untuk Zona Merah dan Oranye
Kemenag menerbitkan ketentuan ibadah di masjid saat Ramadan di masa pandemi, tapi hanya untuk zona hijau dan kuning.

Dream - Kementerian Agama telah menerbitkan panduan untuk ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H di tengah pandemi.

Panduan yang dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Agama ini sebagai rujukan umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan di masjid namun aman dari penyebaran Covid-19.

Tetapi, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan panduan ini tidak berlaku untuk di zona merah dan oranye. Masjid dan mushola di dua zona ini belum dibolehkan dibuka saat Ramadan nanti.

" Edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid setempat," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulis.

Kamaruddin mengatakan terdapat beberapa kriteria wilayah yang sudah ditetapkan Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19 berdasarkan tingkat risiko penyebaran.

Ada empat kriteria yang dipakai yaitu merah (risiko tinggi), oranye (risiko sedang), kuning (risiko rendah), dan hijau (tidak terdampak.

" Edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning," kata Kamaruddin.

 

1 dari 5 halaman

Kegiatan Ramadan

Pada SE yang telah ditandangani Menag Yaqut Cholil Qoumas beberapa waktu lalu, beberapa kegiatan Ramadan diizinkan dilakukan di masjid dan mushola diizinkan. Seperti sholat jemaah lima waktu, sholat tarawih, tadarus Alquran dan Iktikaf.

Demikian pula buka puasa bersama di masjid juga dibolehkan. Tetapi, semua kegiatan tersebut harus dilakukan dengan pembatasan jumlah peserta sebanyak 50 persen dari total kapasitas ruangan.

Setiap jemaah juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, harus menjaga jarak minimal 1 meter antar jemaah serta membawa alat sholat sendiri seperti sajadah atau mukena.

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Panduan Ibadah Ramadan di Masjid yang Dibuat Kemenag

Dream - Kementerian Agama menerbitkan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M. Tata laksanaan pelaksanaan ibadah untuk umat Islam ini dibuat mengingat Ramadan tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Panduan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tertanggal 5 April 2021. Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para pengurus dan pengelola masjid dan mushola.

" Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," ujar Gus Yaqut melalui keterangan tertulis.

Gus Yaqut menjelaskan panduan ini melingkupi beragam kegiatan ibadah yang disyariatkan pada bulan Ramadan. Juga berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang.

Berikut Panduan Lengkap Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M.

3 dari 5 halaman

Puasa Ramadan dan Buka Bersama

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama,

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti,

3. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan,

 

4 dari 5 halaman

Kegiatan di Masjid dan Mushola

4. Pengurus masjid atau mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Sholat fardlu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musaala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing,

b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit,

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,

5. Pengurus dan pengelola masjid atau mushola sebagaimana angka empat wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau mushola, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah atau mukena masing-masing,

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan,

 

5 dari 5 halaman

Vaksinasi dan Zakat Fitrah

7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya,

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa,

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh atau penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Para mubaligh ata penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As Sunnah;

11. Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar