Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi Mobilitas Masyarakat Saat Nataru. (Foto: Merdeka.com)
Dream - Indikator google mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan pada perode Nataru dan Idul Fitri tahun lalu. Padahal momen liburan panjang ini bisa memicu kenaikan signifikan kasus Covid-19.
Belajar dari tahun lalu, pemerintah saat ini sedang membahas kebijakan pengendalian Covid-19 pada periode Nataru mendatang. Pemerintah memperbolehkan mengadakan kegiatan masyarakat asalkan bisa terkendali.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, pemerintah tetap mendukung kegiatan masyarakat asalkan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“ Pemerintah akan tetap mendukung kegiatan masyarakat asalkan dilakukan secara terkendali. Untuk itu akan ada penyesuaian pengaturan aktivitas masyarakat sekaligus mobilitas yang diatur dengan menyesuaikan data kasus dan kondisi riil di lapangan,” terang Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.

Dalam satu pekan terakhir, Satgas Covid-19 mencatat tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan di Indonesia.
Menurut Wiku, satu pekan terakhir terdapat 20,37 persen kabupaten/kota, 21,9 persen kecamatan, dan 22,96 persen desa/kelurahan secara nasional dengan kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen masyarakat yang terpantau.
Sementara itu, kepatuhan menjaga jarak terdapat 23,71 persen kabupaten/kota, 23,78 persen kecamatan dan 21,91 persen desa/kelurahan secara nasional dengan kepatuhan kurang dari 75 persen total masyarakat yang terpantau.
“ Baik di wilayah pulau Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali tingkat kepatuhan per kabupaten/kota mayoritas sudah cukup tinggi walaupun ada keberagaman di tiap pulaunya,” jelas Wiku.
Masyarakat dapat mengupdate kepatuhan protokol kesehatan di daerah masing-masing pada laman www.covid19.go.id.
Sementara itu, ke depannya pemerintah daerah bersama posko-posko yang terbentuk di bawahnya diharapkan terus meningkatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan. Terutama di fasilitas publik pada periode libur Natal dan Tahun Baru.
“ Diharapkan pemerintah daerah setempat bersama posko-posko yang terbentuk di bawahnya terus meningkatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan di berbagai fasilitas publik khususnya pada periode nataru,” lanjut Wiku.
Hal ini penting dilakukan agar potensi penularan Covid-19 di Indonesia bisa dicegah sedini mungkin oleh masyarakat.
“ Agar potensi penularan covid-19 bisa dicegah secara dini oleh masyarakat,” pungkasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari