Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Polisi Jaga Lockdown Makan Nasi Bungkus Di Bawah Terik Matahari. (Foto: Facebook PDRM)
Dream - Selama diberlakukannya lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) di Malaysia, anggota polisi dan tentara berada di garis depan untuk memastikan warga masyarakat mematuhi perintah tersebut.
Meski demikian, masih saja ada warga masyarakat yang menolak untuk mematuhi aturan PKP itu. Ketidakpatuhan warga masyarakat terhadap perintah ini tentu menyulitkan pihak berwenang untuk mengawasi dan kemudian memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.
Polisi sangat memerlukan kerja sama dari warga agar PKP berjalan lancar. Keletihan mereka dalam mengawasi pergerakan warga merupakan pengorbanan yang harus dibayar selama diberlakukannya PKP.
Di saat sebagian besar warga masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga mereka, petugas kepolisian harus berada di jalanan yang panas dan berdebu setiap hari untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.
Dalam sebuah postingan di Facebook Polis Diraja Malaysia (PDRM), terdapat sebuah foto yang memperlihatkan seorang anggota polisi terpaksa makan di tepi jalan, beratapkan langit dan terik matahari.
Postingan yang membuat netizen tersentuh itu diberi judul Pic of the Day: Menjamah Sesuap Nasi Berbumbungkan Langit dan Terik Matahari.

Di bawah judul itu dituliskan untaian kata mengharukan sekaligus pembakar semangat dalam menghadapi wabah virus corona.
'Tidak ada kamar mewah dan pendingin udara, tetapi tetap bersyukur walau hanya dapat menikmati makanan di tepi jalan'
'Biarpun hanya berbumbungkan langit dan terik matahari, namun yang pasti, mulut tidak pernah jemu mengucapkan syukur dan Alhamdulillah kepada-Nya'
'Itulah pengorbanan para petugas negara di barisan paling depan. Tetapkan semangat dan rapatkan barisan, semoga mata rantai wabah Covid-19 ini dapat diputuskan satu hari nanti'
Netizen yang melihat foto dan membaca tulisan tersebut tersentuh hatinya. Sebagian bahkan mengaku terharu dan menangis.
Mereka tidak bisa membayangkan nasib para petugas ini yang berkorban waktu dan tenaga demi memastikan keselamatan warga dari virus corona.
" Coba lihat dari sudut hati kita. Andai dia anak kita, ayah kita, suami kita, abang kita, adik kita. Terlepas siapa dia, dialah pahlawan kita semua," tulis seorang netizen.
" Inilah pengorbanan seorang anggota polisi yang rela meninggalkan anak dan istri serta keluarganya untuk sementara waktu demi menjalankan tugas dan tanggung jawab. Makan pun tidak tentu, waktu itu makan hanya sekadar mengisi perut kosong. Mereka tidak minta apa-apa dari kita. Mereka cuma mau kita semua tinggal di rumah saja," timpal netizen lainnya.
" Kasihan sekali, mereka melayani warga hingga tak punya waktu untuk makan atau beristirahat dengan leluasa. Sementara ada warga yang egois dan menyusahkan para petugas ini," kata netizen berikutnya.
Karena itulah Sahabat Dream, jika memang tidak ada keperluan yang mendesak sekali, cobalah untuk tetap tinggal di rumah. Ringankan beban pera petugas yang berada di garis terdepan dalam menghadapi penyebaran virus corona.
Apalagi belakangan ini muncul pembawa virus corona yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Ini sangat membahayakan karena dia tidak menyadari bahwa dirinya sudah positif Covid-19 sehingga berpotensi menularkannya ke orang-orang di sekitarnya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam