Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jalan Hidayah Penjual Daging Ateis Jadi Mualaf Karena Terinspirasi Pelanggan (Plymouth Herald)
Dream - Keyakinan merupakan pilihan setiap orang. Tidak jarang seseorang memilih untuk pindah keyakinan karena hidayah yang bisa datang dari pengalaman, pengetahuan, dan lingkungan.
Hidayah bisa datang dengan berbagai cara kepada setiap insan. Salah satunya hadir melalui orang lain, seperti yang dialami seorang pria ateis berikut ini.
Adalah Adam Bowden Black yang dikenal sebagai tukang daging di Plymouth, Inggris. Adam sudah lama menjadi seorang ateis. Namun dia memutuskan masuk Islam setelah terinspirasi oleh seorang pelanggannya.
Sebelum memeluk Islam, Adam telah bekerja di toko daging halal sejak 2013.
" Selama ini setiap kali saya datang bekerja saya bahagia dan cara termudah untuk menggambarkannya adalah bahwa ini memberi saya kebahagiaan di dalam. Sebelum saya pindah agama, meskipun saya sudah menikah dan punya dua anak, ada sesuatu yang hilang. Ketika saya konversi, saya menemukan bagian yang hilang dari hidup saya," ujarnya, dilansir dari Plymouth Herald.
“ Istri dan anak-anak saya beragama Katolik. Istri saya senang sekali asalkan saya tidak memaksa anak-anak, tapi mereka punya sajadah ibadah sendiri dan kalau mau ibadah, mereka ibadah. Sebelum masuk Islam, saya adalah seorang ateis, saya tidak percaya pada apapun. Saya salat lima waktu sekarang,” sambung Adam.
Salah satu tantangan terbesarnya selama menjadi muslim adalah puasa Ramadan. Dia sering mengalami kram perut saat menjalani beberapa hari pertama puasa.
Kesulitan lainnya adalah rasa haus, namun menurutnya itu adalah salah satu hal utama karena menjadi bagian dari lima rukun Islam.
Adam juga menceritakan tentang keyakinan barunya dibandingkan dengan agama yang dianut istri dan anak-anaknya.
“ Kami percaya kepada Yesus tetapi kami percaya dia hanya seorang manusia, bukan Tuhan. Kami percaya pada Musa dan ada beberapa kesamaan lainnya. Jika orang melihatnya, jangan melihat semua hal buruk dan tetap berpikiran terbuka," ujarnya
Untuk menjadi mualaf, Adam pergi ke Masjid Piety di Plymouth. Di sana dirinya mengutarakan alasannya untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat
“ Itu cukup mudah dan saya mendapat dukungan dari orang-orang Inggris, orang-orang di Brasil, Falklands, di seluruh dunia dan bukan hanya Muslim, dukungan dari orang-orang di seluruh komunitas," kata Adam. (x)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya