Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Nasib naas dialami oleh seorang remaja yang akan melakukan ujian masuk universitas. Santosh Kumar Yadav, menghabiskan lebih dari 24 jam perjalanan ke pusat ujian di Kolkata, India.
Tetapi setibanya di lokasi, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit karena tak bisa ikut ujian. Santosh Kumar melakukan perjalanan dari Bihar menuju Kolkata, sejauh 700 km.
Ia menghabiskan waktu hingga 24 jam untuk sampai di lokasi ujian. Sayangnya ia tak diizinkan masuk setelah terlambat 10 menit.
Rencananya ia akan mengikuti Ujian Masuk Kelayakan Nasional (NEET). Ujian ini harus diambil bagi mereka yang ingin belajar kedokteran atau kedokteran gigi di Universitas India.

Ujian akan diadakan pada pukul 02.00 siang. Dan para peserta memiliki waktu hingga 01.30 siang untuk memasuki area ujian sebelum pintu ditutup.
“ Ujiannya dimulai pukul 2 siang. Saya sampai disana sekitar pukul 1.40 siang. Batas terakhir masuk adalah pukul 1.30 siang,” ungkap Santosh.
“ Saya sudah memohon kepada pihak berwenang. Tetapi mereka mengatakan saya terlambat,” imbuhnya kembali.
Ia mengatakan kemacetan lalu lintas menyebabkan busnya tertunda hampir 6 jam. Jika saja ia tak mengalami kemacetan, ia tak akan datang terlambat.

Tahun ini peserta NEET diminta melapor ke pusat ujian setidaknya tiga jam sebelumnya. Untuk memberikan waktu pemeriksaan keamanan dan kesehatan yang mulai diterapkan selama pandemi virus covid-19.
Pembatasan wilayah telah menyebabkan banyak masalah transportasi. Khususnya bagi para peserta ujian. Banyak dari mereka yang harus mengeluarkan biaya dalam jumlah besar, agar dapat berpergian ke pusat-pusat ujian dengan menaiki mobil sewaan.
Sekitar 70 persen peserta di Benggala Barat tidak dapat mengikuti tes penting karena masalah tersebut.

Menteri Pendidikan Negara Bagian, Partha Chatterjee pun menyetujui adanya kesulitan para peserta ujian.
“ Kami tahu para peserta akan menghadapi kesulitan. Kereta metro dapat membawa mereka menuju Kolkata. Tetapi bagaimana dengan peserta dari distrik lain?” katanya.
Kepala Menteri, Mamata Banerjee membatalkan pembatasan wilayah di seluruh negara bagian, pada Sabtu untuk membantu para peserta ujian.
Namun, mereka masih harus menghadapi kesulitan akibat dari pandemi covid-19 yang tengah terjadi.
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya