Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Roni (Foto: Instagram @official_makassar)
Dream - Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir ini, mengharuskan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih tegas dan galak.
Salah satunya, pemberlakuan sanksi bagi pelanggar yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Seorang pemulung harus menjalani sanksi sosial saat terjaring razia masker gabungan di Simpang Ciawi, Kamis 10 September 2020, lantaran dirinya tak mampu membayar sanksi denda Rp100 ribu.
Pemulung bernama Roni, 40 tahun, mengaku dirinya tak membawa uang saat terjaring razia masker.
Saat dirazia, Roni kedapatan tak mengenakan masker. Sebenarnya ia membawa masker namun tak memakai lantaran dirinya baru selesai memulung.
Di hadapan para petugas, ia menunjukkan dompetnya yang kosong.
“ Kosong pak gak ada duit,” kata Roni di depan petugas Satpol PP Kota Bogor.
Akhirnya, Roni diberi opsi untuk mendapat sanksi denda atau sanksi sosial. Karena dirinya tak membawa uang sepeser pun, Roni memilih diberi sanksi sosial dengan menyapu jalanan denan mengenakan rompi Pelanggar PSBB.
“ Saya gak bawa uang. Sehari-hari saya memulung, paling dapat uang cuma Rp 20 ribu sehari,” kata pria asal Cianjur ini.
Selama hampir dua bulan ini Roni tinggal di sebuah gubuk yang ada di dekat Simpang Ciawi.
Sebelumnya ia bekerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Karena pandemi Covid-19, Roni pun tak bekerja. Sudah lebih dari 3 bulan ia menanggur dan terpaksa menjadi pemulung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya