Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jalan Rusak, Pria Ini Rela Jalan Kaki Gendong Jenazah Anak Selama 1 Jam (mStar)
Dream - Kepergian buah hati untuk selama-lamanya tentu menyisakan duka mendalam bagi setiap orangtua. Hati orangtua mana yang tak sakit dan sedih bila ditinggal oleh anak kesayangannya. Sambil menahan sedih, orangtua pun akan mengantarkan sang anak ke peristirahatan terakhirnya.
Seperti yang dilakukan oleh seorang pria yang baru-baru ini viral di media sosial. Pilunya lagi, pria asal Kota Marudu, Sabah itu harus menggendong jenazah anak perempuannya selama 1 jam pada tengah malam untuk sampai ke rumahnya.
Dilansir dari mStar, pria yang menggendong jenazah anak perempuannya itu diketahui berasal keluarga yang kurang mampu.
Keluarga tersebut mendapat bantuan keranda dan pengantaran jenazah dengan ambulans dari Persatuan Amal dan Jariah Sabah. Namun karena kondisi jalan yang buruk, ambulans tidak bisa melewatinya.
Pria itu m,emutuskan berjalan kaki pulang ke rumahnya di Kampung Samparita Tengah, Kota Marudu, sambil menggendong jenazah bayi perempuannya, meski memakan waktu sekitar satu jam.

" Waris terpaksa berjalan kaki membawa jenazah anaknya. Satu jam lagi perjalanannya untuk sampai ke rumah mereka," tutur akun Facebook Pak Masrul yang pertama kali memposting kisah tersebut.
Saat terjebak di jalan rusak, mereka mencoba meminta bantuan tetapi gagal karena tidak memiliki jangkauan yang stabil. Tidak hanya itu, pada saat yang sama mereka juga berada di tengah hutan pada larut malam.
Diketahui bahwa insiden itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Bayi perempuan berusia lima bulan itu meninggal di Rumah Sakit Queen 2, Kota Kinabalu, Sabah.
Kisah tersebut mendapat berbagai reaksi simpati dari warganet. Tak sedikit yang memuji tindakan mulia lembaga swadaya masyarakat (LSM), terutama tim pengelola kamar jenazah, karena bersedia membantu menyalurkan bantuan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya