Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jamaah Haji
Dream - Jamaah haji tahun ini dilarang mengurbankan unta saat menjalankan rukun Islam ke lima itu di Mekah. Imbauan dikeluarkan untuk mencegah penyebaran Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau MERS.
Menurut Direktur Ilmiah Laboratorium Pusat Penelitian Ternak (CVRL) di Dubai, Ulrich Wernery, tim peneliti mengeluarkan rekomendasi itu untuk menjamin pelayanan kesehatan Arab Saudi kepada jamaah haji.
Para peneliti yakin bahwa unta merupakan hewan yang menjadi penyebar utama virus Corona, penyebab MERS yang mematikan. Dan Werney merupakan salah satu peneliti yang terlibat dalam menyelidiki penyebaran virus itu di Uni Emirat Arab.
Pada April silam, Werney menghadiri konferensi di Riyadh, Saudi, yang merupakan bagian dari komite ahli kesehatan. Dalam konferensi itu, para ahli juga merekomendasikan pelarangan jamaah haji untuk menjadikan unta sebagai hewan kurban.
" Unta bisa dikurbankan di bagian lain negara, tapi tidak harus dilakukan oleh jamaah selama penyelenggaraan haji," kata Werney dikutip Dream dari The National, Jumat 25 Juli 2014.
" Orang-orang juga disarankan untuk tidak menyentuh atau memeluk unta. Mereka mungkin bis aberfoto, tapi harus menjaga jarak dua hingga tiga meter."
Sekitar 1,3 juta ekor hewan, mulai unta, sapi, kambing, dan domba, dikurbankan selama penyelenggaraan ibadah haji di Mekah. Biasanya, hewan-hewan tersebut disembelih sendiri oleh jamaah haji selama Hari Raya Idul Adha. Tahun ini akan dilakukan tanggal 13 Oktober.
Jamaah haji juga diimbau untuk melakukan pencegahan diri agar tidak tertular virus Corona. " Jamaah haji biasanya sangat ramai dan menciptakan lingkungan yang berisiko tinggi bagi mereka," kata Kepala Bagian Penyakit Menular Rumah Sakit King Fahad, Arab Saudi, Mushira Enani.
Dia merekomendasikan agar para peziarah mengenakan masker wajah di tempat-tempat ramai, mencuci tangan, dan menggunakan sanitisers tangan, secara teratur.
" Kami menyarankan peziarah menjaga keseimbangan makanan, kebiasaan tidur yang sehat, menjalankan tindakan pencegahan penyakit menular, menjaga kebersihan diri dan pernapasan, dan menghindari jabat tangan dengan orang-orang yang sakit," tambah Enani. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya