Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengemis Modern Dari China. (Foto: Facebook Fazil Irwan)
Dream - Kemajuan teknologi digital telah merambah berbagai bidang. Termasuk cara orang memberi uang atau sumbangan.
Dalam beberapa tahun belakangan, cashless payment atau transaksi non-tunai mulai banyak dilakukan orang.
Tapi ternyata, tidak hanya kaum milenial saja yang menggunakan transaksi non-tunai ini, para pengemis di Beijing juga melakukannya.
Baru-baru ini pemilik akun Facebook Fazil Irwan berbagi pengalaman unik teman-temannya saat berada di ibu kota China itu.
Unggahan Fazil tersebut langsung viral setelah dibagikan 16 ribu kali oleh netizen.
Postingan itu bercerita tentang bagaimana para pengemis di Beijing dalam menjalankan aksinya saat meminta uang.
Alih-alih menadahkan tangan, pengemis di Beijing menawarkan transaksi online menggunakan kode QR (QR Code) dan aplikasi WeChat.
Menurut Fazil, seorang temannya yang tidak punya uang tunai didatangi seorang pengemis saat hendak makan malam.
Bukannya menadahkan tangannya, pengemis itu menyodorkan kode QR untuk dipindai melalui aplikasi WeChat.
" Dalam postingan sebelumnya, saya bercerita bagaimana hampir semua transaksi dilakukan melalui WeChat di China."
" Begitu pula dengan beberapa teman kami yang saat pergi makan malam didekati pengemis untuk meminta uang."
" Salah seorang teman kami memberitahu dia tidak punya uang tunai. Pengemis itu tiba-tiba berkata, 'OK, Anda boleh membayar melalui WeChat'."
Selain mengemis menggunakan transaksi online melalui kode QR, pengemis di China juga menerima sumbangan lewat aplikasi WeChat.
Menurut laporan China Daily, beberapa pengemis di China sudah tidak menggunakan cara tradisional untuk meminta sedekah.
Sebaliknya, para pengemis itu sekarang telah menggunakan transaksi online untuk meminta uang sejak tahun 2017.
Sumber: mStar.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya