Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sumber Foto (Facebook)
Dream - Tak hanya luka di kepala Setya Novanto, yang disebut pengacaranya sebesar bakpao, jarum infus yang terpasan di tangan kanannya juga menjadi sorotan. Jarum yang tersemat di tangan Ketua DPR itu seharusnya untuk bayi atau anak-anak.
Adalah akun Facebook dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) yang pertama kali menyorot jarum tersebut. Dia mengunggah foto Setya Novanto yang tengah terbaring di ranjang perawatan. Sebuah jarum dengan pangkal kuning terpasang di tangan kanan dan diberi tanda lingkaran merah.
Selain foto Setya Novanto, akun ini juga mengunggah lima jenis jarum infus. Masing-masing berwarna biru, pink, abu-abu, hijau, dan kuning. Bagian kuning terdapat centang merah, sebagai tanda jenis jarum yang terpasang pada tangan kanan Setya Novanto.
Pada unggahan itulah sang pemilik akun menulis, "Kami doakan semoga Bapak Setnov lekas sembuh dari musibah yg beliau alami. Hanya saran sedikit buat tmn2 sejawat yg bertugas merawat beliau mungkin jarum infusnya perlu diganti utk yg dewasa karena setahu kami yg dipakai seperti utk bayi/anak."
Jarum dengan warna kuning memang biasa digunakan untuk bayi. Jenis ini punya karakteristik kecepatan tetesan lebih lambat serta dipasang untuk vena yang sangat kecil.
Unggahan ini mendapat respons dari banyak pengguna media sosial. Sejak diunggah 20 jam lalu, sudah mendapat 3.714 komentar. Selain itu mendapat 24 ribu reaksi dan 61.761 kali dibagikan ulang.

Pada kolom komentar, akun ini menjelaskan, unggahan ini tidak bermaksud untuk melecehkan siapapun. Melainkan hanya untuk mengingatkan penggunaan jarum infus yang benar.
"Maaf bapak pengacara bapak polisi saya tidak ada unsur menghina disini justru mendoakan pak Setnov dan mengingatkan penggunaan abocath infus yg barangkali kurang pas aplikasinya."
Dia juga meminta warganet untuk berprasangka baik. "Khusnudzon aja ya mgkn papa takut jarum, atau mungkin kesulitan pasang jarum yg dewasa karena papa kurang cairan (dehidrasi)."
Terkait sorotan ini, Ketua DPD I Golkar Nusa Tenggara Timur, yang juga mantan Staf Ketua DPR RI, Melki Laka Lena, mengatakan, masalah ini urusan dokter yang merawat Setya Novanto.
"Kalau urusan menyangkut medis, tanya orang-orang medis lah. Karena gini, kita kalo nanggepin semua, seolah-olah tahu semuanya," ujar Melki di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 18 November 2017.
Yang jelas, kata dia, hingga saat ini kondisi Setya Novanto, yang mengalami kecelakaan pada Kamis malam lalu, masih belum dapat berbicara. "Baru bisa melihat saja. Namun, diajak ngobrol belum begitu lancar," ujar dia.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari