Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Shutterstcok.com)
Dream - Meninggalnya orang yang kita cintai tentu meninggalkan kesedihan mendalam. Apalagi yang telah tiada itu orang tua, ataupun anak sendiri.
Itu pula yang dirasakan Hernandez dan istrinya. Suami istri asal Meksikoitu kehilangan bayi tercintanya beberapa minggu lalu.
Dikutip dari laman Mirror.co.uk, bayi mereka lahir pada 9 Agustus 2019 di Ocosingo, negara bagian Chiapas, Meksiko selatan. Tapi, kondisi bayi pasangan ini memburuk dan harus mendapat perawatan di ruang gawat darurat.

Karena kondisinya semakin menurun, bayi tersebut dirujuk ke rumah sakit umum di Palenque. Keesokan harinya, bayi tersebut dikabarkan meninggal dunia dengan tidak menyebutkan penyebabnya.
Pihak rumah sakit kemudian mengurus jenazah bayi malang itu. Pihak keluarga kemudian membawa jasad bayi tersebut yang sudah dimasukkan ke dalam peti berwarna putih.
Sesampainya di rumah dan membuka peti, mereka terkejut karena peti tersebut berisi sampah plastik dan tisu. Sementara jasad bayi malang itu tidak ada.
Pihak keluarga kembali ke rumah sakit untuk menanyakan ke mana jasad bayi mereka. Selang beberapa jam, dokter kemudian memberikan jenazah bayi. Namun, pihak keluarga menolak kalau bayi itu adalah anak mereka.
Menanggapi masalah ini, Departemen Kesehatan mengaku tengah menyelidiki tekait ada tidaknya penyimpangan.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Dream - Sebuah pengobatan tak lazim dipraktikkan oleh seorang dukun di Assam, Morigaon, India. Dan praktik itu dilakukan terhadap bayi laki-laki yang baru berusia dua hari.
Dikutip Dream dari NDTV, Jumat 22 Mei 2015, bayi tersebut mengalami demam. Sehingga pada Senin, awal pekan ini, orangtuanya memanggil dukun perempuan yang di desa itu dikenal sebagai " dokter" .
Dan bukan obat yang diberikan. Dukun perempuan yang berusia sekitar 50 tahun itu memaksanya untuk " berjalan" . Sang dokter memegangi bagian belakang leher bayi itu. Dan memaksa bayi merah itu untuk berjalan beberapa langkah.
Namanya juga bayi. Apalagi baru lahir. Pasti belum bisa berjalan. Bayi itu menangis sejadi-jadinya. Adegan itu dilihat oleh warga desa yang berkerumun. Dan perawatan yang aneh itu segera dihentikan saat salah satu warga merekamnya dengan kamera telepon seluler.
Video pengobatan aneh itu segera menyebar luas. Polisi pun melakukan penyelidikan. Setelah itu, dukun perempuan tersebut ditangkap dan segera diajukan ke pengadilan. Sementara bayi laki-laki itu langsung dirawat di rumah sakit.

Pemerintah setempat mengatakan, dukun-dukun di wilayah itu memang dengan mudah mempengaruhi masyarakat di wilayah Assam. Sebab, banyak warga yang kurang sadar dengan perawatan bayi dan ibu yang baru melahirkan.
" Bayi itu menderita demam, tapi kondisinya sekarang sudah sehat. Kami harus merombak sistim perawatan pasca kelahiran kami, telah diarahkan untuk meluncurkan promosi yang gencar," kata Rakesh Kumar, seorang pejabat senior di Morigaon.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya