Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
Dream - Perilaku sebagian generasi millenials semakin ke sini semakin aneh dan mengkhawatirkan. Terbaru, seorang pemuda Florida berusia 25 tahun mengancam akan melakukan penembakan massal.
Yang mengerikan, dia mengatakan ingin memecahkan rekor sebagai penembak massal dengan jumlah korban terbanyak.
Pesan ancaman tersebut disampaikannya melalui sebuah pesan singkat kepada mantan pacarnya.
Merasa takut dan khawatir, sang mantan pacar langsung melaporkan pemuda itu ke polisi.
Tristan Scott Wix dari Daytona Beach ditangkap pada Jumat, 16 Agustus 2019. Setelah Kantor Sheriff Volusia County mendapat laporan pesan singkat yang dia kirim.

Dalam pesan singkat itu, Wix mengungkapkan keinginan untuk menembaki kerumunan orang sebanyak-banyaknya.
Yang mengkhawatirkan, Wix menarget sekolah yang dikatakannya sebagai target yang mudah dan lemah.
" Sekolah adalah target yang mudah dan lemah. Aku ingin menembaki kerumunan besar orang dari jarak jauh. Aku ingin memecahkan rekor dengan jumlah korban terbanyak," tulis Wix dalam pesannya.
Juru bicara Kantor Sheriff Volusia County, Andrew Gant, mengatakan Wix mengirim pesan tersebut ke mantan pacarnya, yang kemudian meneruskannya ke polisi.
Dalam pesan lainnya, Wix mengatakan jika mantan pacarnya ingin selamat dari penembakan massal, dia bisa memberinya jalan.
Tetapi Wix tidak berencana untuk keluar hidup-hidup, kecuali jika dia melihat ada peluang.
Kepada mantan pacarnya, Wix mengaku sudah memiliki lokasi yang menjadi target aksinya.
" Bisa membunuh 100 orang sudah termasuk bagus," kata polisi menirukan tulisan pesan Wix kepada mantan pacarnya.
Namun, kepada polisi, Wix mengaku bahwa apa yang ditulisnya itu hanyalah iseng. Dia tidak benar-benar ingin melakukan penembakan massal.
" Aku tidak gila kalau mati konyol seperti itu. Aku hanya iseng melakukannya karena aku adalah orang paling sabar di dunia," kata Wix.
Wix juga mengaku tidak benar-benar punya senjata api. Dia hanya tertarik dengan kasus penembakan massal yang sering terjadi di Amerika Serikat.
Meski mengaku hanya iseng, Wix tetap ditahan dengan tuduhan melakukan ancaman untuk melakukan penembakan.
Saat ini, Wix meringkuk di penjara Volusia County dan tidak mendapat kesempatan mendapat jaminan bebas.
(Sah, Sumber: Buzz Feed News)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha