Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Temple Grandin
Dream - Sebagai penyandang sindrom Asperger atau autis, Temple Grandin telah membuktikan dibalik kekurangannya ia bisa meraih kesuksesan. Ia berhasil meraih gelar PhD jurusan Pengetahuan Binatang, hal itu membuka harapan bagi penyandang lainnya untuk terus berjuang meraih impian.
Kelahiran Boston, Massachusetts pada 29 Agustus 1947 ini sudah mengalami kerusakan otak sejak usia 2 tahun. Orangtua Temple memasukannya ke sekolah bermain dan belajar bermaksud untuk mengembangkan potemsi yang dimiliki Temple. Namun di usianya yang ke 3 tahun Temple resmi dinyatakan sebagai peyandang Autis.
Kondisi Temple yang kian memprihatinkan membuat kedua orantua Temple berkonsultasi pada dokter. Terapis yang bertugas menjaga dan mengajak Temple bermain terkadang kewalahan saat ia mengamuk, namun saat itulah seorang terapis mengambil hati Temple dan mengendalika emosinya.
Secara rutin Temple mengkonsumsi obat-obatan anti depresi. Kondisinya berangsur-angsur semakin membaik semua itu berkat dukungan orangtua dan pengajar di sekolahnya. Di usianya yang ke 18 Temple terus mengembangkan potensi yang ia miliki.
Keterbatasan tak menghalanginya untuk menyelesaikan sekolahnya di Hampshire Country School di Rindge, New Hampshire, dan melanjutkan belajar ke universitas. Dia berhasil meraih gelar sarjana jurusan psikologi dari Franklin Pierce College pada tahun 1970, gelar master jurusan pengetahuan binatang dari Arizona State University pada tahun 1975, dan gelar doktor atau PhD jurusan pengetahuan binatang dari University of Illinois di Urbana Champaign pada tahun 1989.
Penasaran dengan kisah hebat si penyandang autis ini? Yuk simak kisahnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya