Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Membuka Pendidikan Kader Ulama XII Di Cibinong (setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo kerap mendapat serangan tudingan miring. Beberapa di antaranya seperti antek asing, anak PKI, juga tidak pro Islam.
Menanggapi tudingan terakhir, Jokowi mengaku heran. Sebab, selama ini publik cukup tahu dia sering bepergian bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin.
" Bahkan tiap minggu saya masuk ke pondok-pondok pesantren," kata Jokowi saat pembukaan Pendidikan Kader Ulama XII di Bogor, dikutip dari setkab.go.id, Rabu 8 Agustus 2018.
Tujuan Jokowi rajin berkunjung ke pesantren yaitu untuk melihat langsung kesulitan yang dihadapi umat Islam, terutama para santri dan kiai. Selain itu, juga untuk mendorong kemandirian pesantren.
© Dream
Menurut Jokowi, pemerintah telah membuka 40 bank wakaf mikro berbasis pesantren. Tiap bank mendapatkan modal Rp40 miliar untuk dikembangkan menuju kemandirian ekonomi umat.
" Pemerintah bertekad akan memperbanyak lagi jumlah bank wakaf mikro," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi menyatakan terbuka peluang adanya kerja sama kemitraan untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Dengan begitu, jurang kesenjangan yang ada di masyarakat dapat dipersempit.
" Inilah upaya-upaya yang harus kita lakukan, jangan sampai ada suara-suara Jokowi tidak pro Islam," kata Jokowi.
Ditambah lagi, kata Jokowi, sudah ada Peraturan Presiden mengenai Hari Santri Nasional. " Masa sudah kayak gitu tidak pro Islam?" tanya Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak terjebak pada isu politik. " Ini semua dimulai dari situ. Jangan diteruskan," kata Jokowi.
© Dream
Dream - Presiden Joko Widodo mendapat kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.
" Kalau enggak ada itu (infrastruktur), Saudara-saudara bisa bayangkan negara kita sebesar ini, 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bayangkan semua harus ada airport-nya, itu semua harus ada pelabuhannya," kata Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.
Jokowi membagi pengalaman berkeliling Indonesia dengan pelbagai pesawat udara. Dia mengaku sudah pernah terbang dengan pesawat Hercules sampai CN.
" Saudara-saudara ke sini naik Hercules, benar? Enak ndak? Enak? Enak? Benar? Apa itu, pengap. Ini blak-blakan namanya. Enak tapi pengap, gitulah," kata Jokowi.
Saat menaiki pesawat jenis CN, Jokowi diminta menggunakan pelindung telinga karena tidak dilengkapi peredam suara di badan pesawat. Tetapi, Jokowi tidak pernah memakai alat itu.
" Sudah, saya dengerin aja (suara mesin), tahu-tahu tidur saya," kata Jokowi disambut tawa para hadirin.
© Dream
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan enam poin masukan kepada Jokowi. Masukan tersebut diharapkan dapat digunakan Jokowi sebagai bahan menyusun Nawacita jilid II.
Poin pertama yang disampaikan Haedar yaitu nilai-nilai agama dijadikan salah satu dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
" Kami yakin, dengan nilai agama hidup seperti itu bangsa, negara ini akan semakin kokoh," kata Haedar, dikutip dari muhammadiyah.or.id.
Muhammadiyah juga mengingatkan tentang meneguhkan Pancasila sebagai landasan, filosofi, alam pikir seluruh warga bangsa dan pengelolaan negara. Poin ketiga, menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial.
" Saya yakin dengan penguatan infrastruktur yang berhasil pada periode ini akan menjadi kekuatan pemerintahan ke depan," kata Haedar.
Poin keempat yaitu menegakkan dan mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sebagaimana amanat konstitusi. Poin kelima, penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia dan poin keenam, meningkatkan peran pro aktif untuk dunia.
" Muhammadiyah akan tetap dalam posisi sebagai ormas dan dakwah, tapi kita beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat, maka ini poin kebijakan," kata Haedar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya