Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jelajahi Palung Terdalam Di Dunia, Ilmuwan Kaget Dengan Penemuannya (Shutterstock)
Dream - Ilmuwan China dan Selandia Baru mencoba mencari misteri yang tersembunyi di kegelapan palung terdalam di dunia, Palung Kermadec. Palung ini berada di Samudra Pasifik, tepatnya di utara Selandia Baru dengan kedalaman 10 kilometer.
" Ilmuwan China dan Selandia Baru sama-sama bersemangat untuk mendapatkan kesempatan ini untuk menghargai kompleksitas dan keragaman sistem geologis dan ekologi Palung Kermadec," kata pemimpin misi Peng Xiaotong, dikutip dari Asia One.
Ia menjelajah bersama dua ahli biologi kelautan dari Institut Penelitian Air dan Atmosfer Nasional Selandia Baru (Niwa).
Mereka menjelajahi bagian Palung Kermadec, mengumpulkan sedimen, bebatuan, dan sampel biologi, dan air untuk analisis laboratorium.
Mereka menjelajah palung itu dengan kapal selam bernama Fendouzhe atau Striver. Kendaraan yang sama yang berhasil mencapai dasar palung terdalam di bumi, Palung Mariana.
" Kami semua sangat senang. Sepertinya ini kesempatan yang cukup keren karena tidak mudah turun ke sana dan mengambil sampel," kata salah satu dari dua ilmuwan kelautan Niwa yang menjadi awak kapal Fendouze, Daniel Leduc.
Perjalanan itu merupakan perjalanan kapal selam pertama bagi Leduc. Ada dua pilot dan satu ilmuwan di setiap penyelaman.

Dia mengatakan tugas utamanya adalah membuat rencana sains dan memutuskan kapan dan dimana mereka akan mendapatkan sampel.
Dibutuhkan sekitar tiga jam untuk turun ke kedalaman 9.110 meter di bawah permukaan laut di ujung utara parit.
Tim mengabarkan ada beberapa kejutan di sepanjang jalan. Mereka melihat makhluk laut yang aneh dan jarang terlihat, salah satunya ikan pemancing merah yang berenang terbalik.
Saat mereka masuk lebih dalam, mereka melihat lebih banyak hewan kecil di sepanjang dasar laut, seperti teripang, anemon laut, cacing bulu renang, dan ubur-ubur.
Ada pula berbagai organisme halus dan tembus pandang yang terlalu sulit dilihat dengan mata telanjang. Para peneliti juga mengumpulkan sampel lumpur agar makhluk itu dapat diperiksa nantinya di bawah mikroskop elektron.
" IDSSE sangat baik karena memberi kami beberapa sampel, kami belum pernah memiliki sampel sebanyak ini dari parit sebelumnya. Yang penting adalah, semua sampel akan dianalisis dan data dibagikan antara ilmuwan China dan Selandia Baru. Kolaborasi ini telah bekerja dengan sangat baik untuk kami berdua," ucap Peng.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya