Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rasulullah SAW mensabdakan bahwa setan dibelenggu saat bulan Ramadan.
" Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika setan-setan telah dibelenggu, lantas mengapa masih ada yang berbuat maksiat di bulan Ramadan? Tentang hal ini, Ibnu Taimiyah pernah menjelaskan, meskipun setan dibelenggu, seseorang masih bisa bermaksiat.
Sebab, maksiatnya seseorang bukan hanya karena digoda oleh setan tetapi juga karena dorongan syahwatnya. Jadi, meskipun setan tidak bisa menggoda karena dibelenggu, syahwat manusia masih ada. Jika tidak ditahan, syahwat inilah yang mengajak kepada kemaksiatan.
Abul 'Abbas Al-Qurthubi juga memiliki penjelasan yang lebih detail. Menurutnya, setan dibelenggu dari orang yang menjalankan puasa dengan benar. Yakni dari orang-orang yang memperhatikan syarat dan adab berpuasa. Adapun orang yang tidak menjalankan puasa dengan benar, apalagi orang yang tidak berpuasa, maka setan tidaklah terbelenggu darinya.
Dan kalaupun setan dibelenggu dari seluruh orang yang berpuasa bagaimanapun kualitas puasanya, tetap saja maksiat bisa terjadi dengan sebab lain. Yakni dorongan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan.
Penjelasan selengkapnya baca di sini. (Ism)
© Dream
Dream - Kematian merupakan sebuah kepastian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk ciptaan Allah SWT. Sehingga ketika ajal menjemput kita tidak bisa berlari, menghindar atau bahkan bersembunyi.
Sekalipun kita belum siap menghadap illahi, masih bergelimang dosa, dan belum sempat bertaubat, namun ketika telah tiba masanya ajal akan tetap menjemput tidak peduli apapun.
Inilah yang dialami oleh lelaki ini, di mana kematian menjemputnya saat ia dalam kondisi yang tidak siap.
Jenazahnya pun tiba-tiba berubah menjadi babi. Peristiwa ini bahkan disaksikan langsung oleh Rasulullah SAW. Lantas seperti apa kisahnya?
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabat, kemudian tiba-tiba datang seorang pemuda Arab yang masuk ke dalam masjid sambil menangis.
Melihat hal tersebut Rasulullah SAW pun bertanya, " Wahai orang muda, mengapa engkau menangis?"
Maka pemuda itu pun menjawab, " Ya Rasulullah, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak pula ada orang yang hendak memandikannya."
Mendengar perkataan pemuda itu, Rasulullah SAW pun memerintahkan Abu Bakar ra dan Umar ra mengikuti pemuda itu untuk melihat masalahnya. Sehingga kedua sahabat Nabi itu pun mengikuti pemuda itu dan mendapati ayah pemuda itu telah berubah menjadi babi hitam.
Sehingga keduanya pun kembali dan memberitahu Rasulullah SAW, " Ya Rasulullah, kami melihat jenazah ayah pemuda ini telah berubah menjadi babi hutan yang hitam."
Mendengar penuturan kedua sahabatnya itu, maka Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya itu pun pergi ke rumah pemuda itu. Kemudian beliau pun berdoa kepada Allah SWT, sehingga mayat itu pun berubah menjadi bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya itu menshalatkan jenazah tersebut.
Akan tetapi saat hendak dikebumikan, tiba-tiba mayat itu kembali berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam. Sehingga Rasulullah SAW pun bertanya ke pemuda itu, " Wahai orang muda, apa yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?" .
Maka berkatalah pemuda itu; " Sebenarnya semasa hidupnya ayahku ini tidak mau mengerjakan sholat." Mendengar penuturan pemuda itu, Rasulullah SAW pun bersabda, " Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sholat. Kelak di hari kiamat ia akan dibangkitkan oleh Allah SWT seperti babi hutan yang hitam.
Kemudian dalam riwayat lainnya, kisah selengkapnya klik di sini. (Ism)
© Dream
Dream - Dalam masyarakat, kita mengenal istilah poligami dan poliandri. Praktik poligami adalah hal lazim bahkan sudah sering kita jumpai di tengah masyarakat. Bahkan praktik poligami di mana seorang pria memiliki istri lebih dari satu, diperbolehkan dalam Islam. Nabi Muhammad SAW pun memiliki istri lebih dari satu.
Namun sebaliknya, poliandri menjadi sesuatu yang tak lazim bahkan cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. Islam pun melarang praktik poliandri, di mana seorang perempuan memiliki suami lebih dari satu.
Lantas apa sebab poliandri dilarang? Berikut ulasannya.
Secara biologis, seorang pria lebih mudah melakukan tugasnya sebagai suami meskipun mempunyai beberapa istri. Apabila wanita yang memiliki beberapa suami maka tidak mungkin ia bisa melakukan semua tugasnya dengan baik. Hal ini disebabkan beberapa perubahan perilaku dan psikologis wanita seperti siklus haid.
Kemudian, apabila seorang wanita memiliki lebih dari satu suami dan ketika sang istri hamil dan memiliki anak. Maka anak itu akan sulit diidentifikasi siapa ayahnya. Dalam hal ini hanya ibulah yang dapat diidentifikasi. Padahal Islam sangat memperhatikan identifikasi kedua orangtua, baik ibu atau ayahnya.
Apabila seorang wanita memiliki suami lebih dari satu maka dapat diartikan bahwa wanita itu juga memiliki beberapa pasangan bercinta. Ketika mereka sedang melakukan hubungan intim, maka sang istri akan lebih rentan tertular penyakit kelamin. Meskipun sang suami tidak melakukan hubungan intim di luar nikah, tapi hal ini masih bisa terjadi.
Penjelasan selengkapnya baca di sini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya