Hafiz Tuna Netra Asal Mamuju Buat Wapres JK Terpukau

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 10 Februari 2019 14:30
Hafiz Tuna Netra Asal Mamuju Buat Wapres JK Terpukau
Secara ilmiah tak bisa dijelaskan, kata JK.

Dream - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) memuji hafiz tuna netra asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Fahrul Amin. Pertemuan itu terjadi di rumah dinas JK di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

" Saya ikuti, lihat Alquran. Dan insya Allah (bagus)," ujar JK, dikutip dari , Minggu, 10 Februari 2019.

JK mengatakan, di tengah keterbatasannya Fahrul dapat menghafalkan Alquran. Bahkan, yang membuat takjub, Fahrul dapat menghafal Alquran menggunakan bahasa Arab.

" Secara ilmiah kan tidak bisa dijelaskan bagaimana anak yang hanya mendengar bisa hafal 30 juz dalam 1 tahun lebih," ucap di.

Selama bertemu Fahrul, JK juga tampak mengajak cucu-cucunya. Kebetulan, cucu-cucu JK baru saja pulang mengaji.

" Saat anak-anak baru pulang mengaji. Kalau hari Ahad kan pergi mengaji kemenakan, cucu," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Suprihatin)

1 dari 3 halaman

Setelah Zohri, Hafizah Sukabumi Ini Juga Harumkan Nama Bangsa

Dream - Lalu Muhammad Zohri, manusia tercepat di dunia di nomor lari 100 meter usia U20, telah mengharumkan nama bangsa.

Selain Zohri yang fenomenal, ada pula Hasna Shofwatul Azizah. Gadis 13 tahun asal Kampung Cikarang Sasak, Sukamukti, Waluran, Sukabumi, Jawa Barat, ini membuat masyarakat bangga.

Dia meraih juara III kategori Tilawah Alquran pada Musabaqah Tilawatil Quran di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang digelar 1-11 Juni 2018.

Hasna merupakan santri putri pada Pondok Pesantren Tahfiz Quran Cikarangsasak, Jampang Kulon. Pesantren itu diasuh oleh Agus Said Almubarok, yang merupakan ayah kandung Hasna.

" Alhamdulillah, putri kari meraih juara ketiga tingkat internasional kategori Tilawah Alquran. Tentunya, sebagai orangtua kami sangat bangga," ujar Agus, dikutip dari pojoksatu.id, Senin 16 Juli 2018.

Agus mengatakan MTQ itu diikuti peserta dari 70 negara. Gelaran tersebut diadakan oleh Pemerintah UEA bersama yayasan milik keluarga besar Syeikh Saif bin Zayed Al Nahyan, Menteri Dalam Negeri UEA.

Selanjutnya, kata Agus, Hasna bakal mengikuti lomba hafalan Alquran tingkat nasional, Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) kategori 1 juz di Kota Medan, Sumatera Utara pada Oktober nanti. Hasna berangkat mewakili Provinsi Jawa Barat.

" Semoga saja bisa membawa nama baik Provinsi Jabar di tingkat Nasional," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengaku bangga dengan prestasi Hasna. Meski tinggal di kota kecil, Hasna tetap bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

" Semoga saja bisa jadi contoh buat adik-adik kita yang lainnya untuk lebih giat belajar supaya bisa mendapatkan hasil yang gemilang juga," kata Agus.

(ism, Sumber: pojoksatu.id

[)crosslink_1]

2 dari 3 halaman

Masyaallah, Duet Bocah Penyandang Disabilitas & Hafiz Muzammil

Dream - Di balik kekurangan yang dimiliki oleh seseorang, Allah SWT menitipkan sebuah kelebihan. Seperti Fajar yang ada di dalam video berikut ini.

Fajar adalah salah satu anak berkebutuhan khusus. Kini usianya sudah menginjak 14 tahun. Sejak balita, Fajar sudah diajarkan menghafal Alquran oleh orangtuanya. Rupanya orangtua Fajar selalu memutar rekaman tadarus murattal Alquran sejak Fajar masih di dalam kandungan.

Orangtua Fajar mulai menyadari bahwa anak mereka telah hafal Alquran saat Fajar berusia 4 tahun. Hal ini terbukti ketika Fajar dipancing dengan ayat tertentu, dirinya bisa melanjutkan bacaan ayat tersebut.

Meski menyandang disabilitas, tak menjadi penghalang bagi Fajar untuk belajar menghafal Alquran. Fajar memiliki semangat yang kuat dalam menghafal Alquran, bahkan saat hujan lebat tidak memudarkan semangatnya untuk bertemu guru mengajinya.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram hafiz Alquran asal Aceh, Muzammil Hasballah, @muzammilhb, pada Minggu, 11 Maret 2018, terlihat kemampuan Fajar saat membaca beberapa ayat Alquran.

 

Namanya Fajar... Anak ini hafal Al-Quran otomatis 30 Juz sejak balita. Ternyata disabilitas bukan halangan. â ï¿½ Gimana ceritanya? â ï¿½ Orang tua Fajar selalu menyetel murattal Al-Qur'an non-stop 24 jam di rumah. Mulai Fajar dalam kandungan, usia 0, 1, 2, 3 tahun, dan seterusnya. â ï¿½ Di usia Fajar 4 tahun, orang tua Fajar baru menyadari bahwa anak mereka telah hafal Al-Qur'an. Seringkali Fajar kecil melantunkan Al-Qur'an dalam kesendiriannya. Ketika dipancing dengan ayat tertentu, Fajar mampu melanjutkannya. MasyaAllah. â ï¿½ Dari kecil Fajar selalu bersemangat belajar Al-Qur'an. Terkadang hujan lebat tidak memudarkan semangat Fajar untuk bertemu guru Al-Qur'annya. â ï¿½ Sampai sekarang di usia 14 tahun, hafalan Qur'an Fajar tetap kuat terjaga. Ketika saya uji, Fajar mampu melanjutkan ayat-ayat dengan tepat, bahkan Fajar mampu membedakan posisi ayat-ayat yang mirip dalam Al-Qur'an. â ï¿½ Ketika saya ajak bicara, dari lisan Fajar seringnya hanya keluar lafazh Allah dalam kalimat-kalimat thayyibah. MasyaAllah... Subhanallah... Alhamdulillah... Allahuakbar... Astaghfirullah... Cahaya Al-Qur'an terpancar dari diri Fajar. â ï¿½ Inilah mu'jizat Al-Qur'an. Benarlah janji Allah dalam Surah Al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40, bahwa Allah telah memudahkan Al-Quran bagi siapa saja tanpa kecuali. â ï¿½ Fajar yang berkebutuhan khusus mampu menghafal Al-Qur'an, bahkan sejak kecil. Kita? Mari berkaca... â ï¿½ *** â ï¿½ Zaman now, mudah banget buat kita nyetel murattal Quran non-stop di rumah. â ï¿½ Misalnya, 1. Download Mp3 Al-Qur'an di Handphone, hubungkan ke speaker (via kabel/bluetooth). â ï¿½ Atau, 2. Pake speaker yang bisa play audio dari flash disk/memory card. â ï¿½ Selamat mencoba... Moga Allah mudahkan kita, juga keluarga kita jadi Ahlul Qur'an... â ï¿½ *** â ï¿½ #Quran surah Al-Isra' (17): 105 - 107 #muzammilhb

A post shared by Muzammil Hasballah (@muzammilhb) on 

3 dari 3 halaman

Bocah Penderita Lumpuh Otak Ini Penghafal Alquran

Dream - Usia Fajar Abdulrokhim Wahyudiono masih belia. Baru 11 tahun. Namun, bocah penyandang Cerebral Palsy (lumpuh otak) ini sudah hafal 30 juz Alquran. Sebuah kemampuan yang sangat luar biasa, mengingat kelainan yang dia derita.

Fajar merupakan putra pasangan Joko Wahyudiono (43) dan Heni Sulistyowati (35). Dia lahir prematur pada 2 Oktober 2003, saat usia kandungan 7,5 bulan. Sehingga, Fajar harus dirawat di dalam inkubator.

Selama sebulan perawatan dalam inkubator itulah sang ayah dan bunda menitipkan kaset murottal ke perawat jaga, untuk diputar di dekat sang buah hati. Setelah diperbolehkan pulang, bayi Fajar hampir 24 jam tak pernah henti mendengarkan murottal.

Kelainan Cerebral Palsy baru diketahui saat usia Fajar menginjak satu tahun. Namun, dia mampu menghafal sejumlah ayat yang diperdengarkan oleh orangtuanya. Saat usia 4,5 tahun, orangtua mendatangkan guru penghafal Alquran untuk membimbing Fajar.

Kini, Fajar telah hafal Alquran. Di salah satu sudut ruangan rumahnya, Fajar menuliskan sejumlah cita-citanya: Fajar akan bisa berjalan, Fajar akan pergi ke Makkah, menjadi Imam di Masjidil Haram dan bertemu Abdurrahman As Sudais –Imam Masjidil Haram.

Baca kisah Fajar selengkapnya di tautan ini. (Ism)

Beri Komentar
Summer Style 2019