Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi (Foto: Instagram/jokowi)
Dream - Jokowi kembali angkat bicara terkait kasus tewasnya Brigadir J. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu meminta Polri mengungkap kebenaran kasus ini sampai tuntas.
" Sejak awal kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan. Usut tuntas, jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 9 Agustus 2022.
Menurut Jokowi, kebenaran kasus ini perlu diberitahukan secara apa adanya agar tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
" Ungkap kebenaran apa adanya, ungkap kebenaran apa adanya. Sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," ucap mantan DKI Jakarta ini.
Menjaga citra Polri, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itui, adalah sesuatu yang penting dan harus tetap dijaga. " Citra Polri apapun yang tetap harus kita jaga," tutur Jokowi.
Dream - Misteri kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat sedikit demi sedikit terungkap. Terbaru, Bharada E atau Richard Eliezer yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintah atasannya untuk menembak Brigadir J.
Kabar ini diungkap oleh Pengacara Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, yang juga dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik tim khusus (timsus). Bharada E sempat menirukan perintah atasannya dengan kata, ‘tembak tembak tembak’.
" Iya dia disuruh nembak perintah atasannya di bawah tekanan juga, 'tembak tembak tembak," kata Muhammad Boerhanuddin, Senin, 8 Agustus 2022.
Boerhanuddin belum mengungkap siapa sosok di balik atasan yang memberi perintah Bharada E. Termasuk apa yang diungkap.
" Saya enggak bisa sebut nama. Sementara petunjuknya sih dari atasan dia di tempat dia bertugas itu," ujar dia.
Boerhanuddin hanya menyebut, figur atasan yang dimaksud Bharad E ada di lokasi kejadian saat insiden tewasnya Brigadir J.
" Ada di lokasi memang (atasannya)," ujar dia.
Selain itu narasi baku tembak polisi yang selama ini diinformasikan, Boerhanuddin mengatakan berdasarkan pengakuan Bharada E, tidak terjadi baku tembak saat di lokasi.
" Tidak ada memang, kalau informasi tidak ada baku tembak. Pengakuan dia tidak ada baku tembak," ujar dia.
Adanya proyektil peluru dari senjata Brigadir J yang ditemukan dilokasi kejadian, dikatakan Boerhanuddin hanyalah sebagai alibi yang memberikan kesan seperti saling baku tembak.
" Senjata almarhum yang tewas dipakai untuk tembak kiri-kanan jari kanan itu. Jadi kesannya saling baku tembak," ujar dia
" Menembak itu dinding arah-arah itunya," sambung dia.
Meskipun kliennya telah menembak Brigadir J, Boerhanuddin memastikan, Bharada E tidak melakukan penganiayaan terhadap korban.
" Bharada E sudah nembak, keluar tidak tahu lagi proses terhadap almarhum itu gak tau lagi. Bharada E tidak menganiaya, tidak ada. Dia tidak tahu lagi proses apa-apa gimana," terang dia.
Sebagai informasi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dam mulai ditahan pada Rabu, 3 Agustus 2022.
Dengan yang menjeratnya yakni Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya