Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan DKI Jakarta Edy Junaedi. (Foto: Merdeka.com)
Dream - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaidi dikabarkan muncur dari jabatannya.
Kabar itu dikonfirmasi Sekretaris Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Asiantoro. " Tadi ya ngomong gitu (mundur) sama saya," kata Asiantoro, Jumat, 1 November 2019.
Dilaporkan Liputan6.com, Asiantoro tidak mengetahui secara pasti alasan Edy Junaidi mundur dari jabatannya. " Enggak tahu alasannya," kata dia.
Edy Junaidi, kata Asiantoro, akan memberi penjelasan pada Senin, 4 November 2019. Dia juga belum mengetahui siapa pengganti Edy.
" Senin nanti saja," ucap dia.
Spekulasi mundurnya Edy, diduga muncul karena rancangan anggaran DKI Jakarta dari Dinas Pariwisata menghebohkan warga masyarakat.
Anggaran sebesar Rp5 miliar untuk membayar lima orang influencer pada 2020 mendapat kritik dan pertanyaan dari masyarakat.
Kelima influencer tersebut digadang-gadang akan mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta melalu pengikutnya di media sosial.
Belakangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, sudah dicoret anggaran tersebut.
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Dream - Pemerintah provinsi DKI Jakarta menyebut anggaran sebesar Rp82,8 miliar untuk pembelian lem aibon pada pagu anggara Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat merupakan kesalahan ketik.
" Ini sepertinya salah ketik. Kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki," kata Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 30 Oktober 2019.
Susi menduga ada kesalahan yang dilakukan petugas saat memasukkan data pembelian lem aibon. Dia berjanji akan memperbaiki laporan tersebut.
" Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat. Kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat 25 Oktober 2019," kata dia.
Menurut Susi, usulan anggaran Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat tak menyebut adanya usulan pembelian lem aibon. Barang yang diusulkan yaitu kertas dan tinta.
" Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," kata dia.
Temuan anggaran pembelian lem aibon ini diungkap anggota DPRD DKI Jakarta, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, melalui akun Twitternya, Selasa 29 Oktober 2019. Dia mempertanyakan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk pembelian lem Aibon yang mencapai Rp 82,8 miliar.
William menulis telah menemukan anggaran aneh pembelian lem aibon senilai Rp82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
" Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai dua kaleng lem aibon per murid setiap bulannya. Buat apa?" tulis William.
Dream - Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan, Jakarta masih perlu banyak pembenahan. Sehingga perlu bersama-sama mencari solusi setiap persoalan di ibu kota.
Salah satu pembenahan yang dilakukan oleh Anies dengan memperlebar trotoar, meskipun kebijakan itu memantik pro dan kontra. Perluasan ini dinilai memicu kemacetan karena memangkas lebar jalan.
Namun, Anies punya alasan. " Kenapa trotoar kita perlebar?," kata Anies di IdeaFest 2019, Jakarta, Jumat 4 September 2019.
" Kita ingin agar lebih banyak warga di kota ini yang bisa menggunakan kakinya sebagai alat transportasi. Kita selalu berasumsi alat transportasi itu roda," lanjut dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Anies berharap, dengan semakin banyak masyarakat yang berjalan kaki menjadi salah satu upaya pembenahan masalah Jakarta.
Tak hanya soal trotoar, Anies juga menjelaskan fungsi pelican crossing yang sedang digarap Pemprov DKI Jakarta.
" Dikawasan HI (Hotel Indonesia) kita membangun pelican crossing. Tujuannya untuk membuat warga Jakarta lebih leluasa bergerak dari satu tempat ke tempat lain," kata dia.
Anies mengatakan, pembuatan pelican crossing memang bukan ‘one solution for all’, tetapi butuh penyesuaian dan melihat efektifitasnya. Penyesuaian dan efektifitas merupakan salah satu cara Anies untuk membangun kota Jakarta 4.0.
" Kita akan mendorong Jakarta untuk menjadi kota Jakarta 4.0, bentuknya dengan kolaborasi. Masyarakat sebagai kreator dan kita sebagai kolaborator. Dalam kata lain, kita bangun Jakarta dengan gotong royong," tambah Anies.
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampak serius menjadikan Jakarta sebagai kota masa depan ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan konvoi mobil listrik keliling Jakarta.
" Kendaraan elektrik adalah masa depan," tulis Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di akun Instagramnya, diakses pada Sabtu 21 September 2019.
Anies mengatakan pihaknya telah melakukan pengujian kendaraan bebas emisi. Di antaranya sepeda dan kendaraan elektrik.
" Pagi kita uji coba jalur sepeda Velodrome-Balaikota, sorenya kita konvoi kendaraan elektrik dari GBK ke Monas," kata Anies.
Selanjutnya, Anies mengatakan pengujian kendaraan elektrik yang berlangsung pada Jumat kemarin, 20 September 2019 bertepatan dengan kampanye #FridaysForFuture. Kampanye tersebut digalakkan untuk mendorong lahirnya aksi bersama melawan perubahan iklim secara serentak di seluruh dunia
" Jakarta harus bisa menjadi pelopor dalam mobilitas penduduknya, karena itu komitmen kami mendorong masyarakat menggunakan alat transportasi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan," ucap dia.
Lebih lanjut, Anies juga menyinggung � gelaran balap Formula E 2020 di mana Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraannya. Anies yakin ajang ini dapat menjadi promosi agar masyarakat Jakarta dan Indonesia bisa beralih ke moda transportasi lebih ramah lingkungan.
" Bersama-sama melawan perubahan iklim, menjadi bagian dari solusi," kata Anies.
Dream - Jakarta resmi menjadi salah satu tuan rumah seri balapan Formula E pada 2020. Gelaran seri balapan mobil balap berbahan bakar listrik itu dijadwalkan berlangsung 6 Juni 2020, bertepatan dengan gelaran Pekan Raya Jakarta.
Kabar tersebut disampaikan Co-Founder & Chief Championship Officer of Formula E, Alberto Longo di laman resminya.
" Formula E ingin berperan untuk perubahan positif dan dengan jaringan produsen motorsport paling kompetitif, saya tidak sabar untuk berkampanye hijau di Jakarta, 6 Juni tahun depan," kata Longo, Jumat, 20 September 2019.
Longo mengatakan, Jakarta akan menjadi tuan rumah baru. Jakarta bersanding dengan dua kota besar dunia lain, Seoul, Korea Selatan, dan London, Inggris.

Rencananya, pabrikan mobil ternama Mercedes-Benz dan Porsche akan berpartisipasi di kompetisi balap ini.
Menurut laman resmi Formula E, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan jalan di sekitar Monumen Nasional (Monas) sebagai lokasi balapan. Desain sirkuit menunggu pengesahan dari Federation Internationale de l'Automobile (FIA).
Selain balap, gelaran Formula E merupakan ajang kampanye pengurangan emisi. " Formula E akan meningkatkan kesadaran publik mengenai kendaraan elektrik yang dapat mengurangi emisi dan membuat dampak positif bagi lingkungan," kata Presiden Regional ABB, Chunyuan Gu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya