Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pegawai Bank Nagari Menghitung Uang Milik Biyok (Merdeka.com)
Dream - Palyuri, 81 tahun, tengah menjadi buah bibir di Payakumbuh, Sumatera Barat. Kakek tuna rungu ini membawa uang sekarung ke Bank Nagari untuk ditabung.
Petugas bank bersama-sama membantu Kakek Palyuri menghitungkan uangnya. Setelah dihitung, jumlah uang mencapai Rp82 juta.
Salah satu keluarga dari kakek yang akrab disapa Biyok itu, Anton, mengatakan uang merupakan hasil kerja sebagai pencuci piring. Biyok kerap menjadi tenaga cuci piring di acara hajatan atau kondangan.
" Biasanya dia bekerja sebagai pencuci piring di tempat-tempat pesta pernikahan di Payakumbuh. Saya yakin orang Payakumbuh pasti sering melihat dan mengenal Biyok," ujar Anton.
Anton mengatakan Biyok memiliki keterbatasan sehingga kesulitan berkomunikasi. Tetapi, Biyok dikenal rajin bekerja.
" Uang tersebut pun juga bukan dari hasil mengemis karena ia sering kerja sebagai pencuci piring, meskipun kadang juga ada dikasih oleh orang tanpa ia minta," kata dia.
Biyok sebelumnya menyimpan hasil jerih payahnya di rumah. Pihak keluarga kemudian berkoordinasi dengan kelurahan agar uang Biyok disimpan di Bank Nagari.
Lurah Tigo Koto Diate, Musleniyetti, mengatakan dia sempat mendapatkan kabar Biyok tidak mendapatkan bantuan. Dia bersama beberapa perangkat desa mendatangi rumah Biyok di Padang Kaduduak untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.
" Setelah dicek dan datang ke lokasi, ternyata terjadi misinformasi dan malahan ditemukan fakta baru bahwa dia memiliki uang yang disimpan di dalam tumpukan kain di rumahnya," kata Musleniyetti.
Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung ukuran 50 Kg. Terdapat pula satu kaleng berisi uang recehan.
Musleniyetti langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk keluarga agar uang tersebut ditabung. Alasannya, akan sangat berisiko jika uang tersebut masih disimpan di rumah.
" Apalagi Biyok sebelumnya juga pernah mendapatkan perlakuan jahat yang hampir merenggut nyawanya," kata Musleniyetti.
Perwakilan Bank Nagari, Eko, mengatakan pihaknya membutuhkan waktu hingga dua hari untuk menghitung seluruh uang yang dibawa Biyok. Total uang tersebut mencaai Rp82 juta, dihitung oleh sejumlah karyawan Bank Nagari.
" Besaran uang yang kami hitung mulai dari pecahan Rp1.000 hingga Rp100 ribu dengan jumlah penghitung delapan orang pada hari Kamis (18 Februari 2021) dan 12 orang pada hari Jumat (19 Februari 2021) lalu," kata Eko.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan