Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muzaffer Kayasan, Kakek Yang Harus Jalani Isolasi 14 Tahun Karena Covid-19 Melekat Di Tubuhnya (Anadolu Agency)
Dream - Seorang kakek asal Turki harus menjalani isolasi mandiri 14 bulan lamanya akibat Covid-19. Dia sudah 78 kali menjalani tes Covid-19 dan hasilnya selalu positif.
Muzaffer Kayasan, 56 tahun, tinggal di Istanbul dan bekerja di perusahaan swasta ini sempat didiagnosis menderita leukimia 4 tahun lalu. Berkat pengobatan yang rutin dan intensif, dia akhirnya bisa sembuh.
Tetapi ketika menjalani isolasi di fase pemulihan dari leukemia, dia malah tertular Covid-19 dan sempat dirawat intensif di rumah sakit. Saat itu, dia mengalami sesak napas, kesulitan berjalan, daya lihat menurun dan kehilangan nafsu makan.
Gejala sakit yang dialami Muzaffer tergolong berat. Apalagi, dia punya komorbid leukemia.
" Karena saya memiliki kondisi khusus, dokter dan tenaga kesehatan di semua unit di rumah sakit merawat saya dengan sangat hati-hati," ujar Muzaffer.
Selama 14 bulan, kata Muzaffer, para dokter dan nakes melakukan segala cara untuk membuatnya tetap hidup. Termasuk memberikan terapi plasma darah.
" Mereka telah mencoba segala sesuatu yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh," kata dia.
Muzaffer pertama kali terkonfirmasi positif Covid-19 pada 19 Desember 2020. Dia berhasil melewati masa sulit namun sayangnya, virus corona jenis baru itu menempel di dalam tubuhnya dan tidak bisa hilang.
Sehingga, hasil tes selalu menunjukkan dia positif Covid-19. Apalagi, karena alasan kesehatan pula, Muzaffer tidak bisa menerima vaksinasi.
Selama menjalani isolasi di rumah sakit, kematian pasien Covid-19 menjadi 'santapan' dia setiap hari. Dia bahkan menyaksikan kaum muda mati karena Covid-19.
" Saya ingin memberitahu orang-orang, segera vaksinasi dan jangan pergi ke rumah sakit," kata dia.
Muzaffer merasa kasihan dengan para perawat dan dokter yang sudah bekerja keras menangani pasien Covid-19. Dia tidak mau beban mereka bertambah dengan lebih banyak lagi orang kena Covid-19 lantaran menolak divaksin.
" Saya menyaksikan kematian, termasuk orang muda. Seseorang yang tidak divaksinasi bagi saya adalah orang yang merugikan masyarakat, dirinya sendiri dan keluarganya," kata dia.
Kini, Muzaffer sudah dibolehkan pulang namun tetap menjalani isolasi di rumahnya. Meski dekat dengan anak dan cucunya, dia tak bisa menyentuh mereka.
" Saya tidak bisa menyentuh cucu perempuan saya yang usianya dua bulan dan itu membuat saya sedih," kata Muzaffer.
Selama isolasi di rumah, dia sama sekali tidak meninggalkan ruangannya. Bahkan dia melarang keluarganya masuk kamar.
Jikapun harus berkomunikasi, dia melakukannya melalui panggilan video. Untuk memfasilitasi orang yang ingin menjenguk dia, keluarganya membuatkan dia kamar dengan pintu dan jendela dilengkapi kaca, dikutip dari Anadolu Agency.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya