Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: India Times
Dream - Bagi warga di perbatasan, tentu punya kisah unik. Ada warga yang punya rumah di dua negara, ruang tamu dan dapur bisa jadi berada di negeri yang berbeda.
Seperti cerita yang dimua laman India Times berikut ini, terdapat sebuah rumah yang berdiri di antara Vermont, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada. Rumah ini berdiri dengan luas 7.000 kaki.
Tepatnya, rumah ini terletak di seberang Rue Principale Stanstead dari pelabuhan masuk yang dikelola oleh agen Badan Layanan Perbatasan Kanada dan bersebelahan dengan pos Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat.
Pemilik rumah ini adalah Brian dan Joan DuMoulin, yang telah mewarisi rumah ini sejak empat puluh tahun lalu.
Dengan membelinya seharga US$109 ribu, atau sekitar Rp1.6 miliar, rumah ini bisa menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin tinggal dan mendapat kewarganegaraan dari dua negara.
Meski begitu, diperlukan administrasi yang cukup banyak untuk dilakukan saat memilih hal tersebut.

Berlokasi di antara dua negara, rumah itu memiliki pintu masuk baik dari AS maupun Kanada. Kemudian, terdapat juga gerbang tersembunyi di pagar halaman belakang, yang ingin ditutup oleh agen AS.
DuMoulin, sang pemilik rumah pun wajib melakukannya, oleh karena itu gerbangnya tetap tertutup setiap saat.

Sebenarnya, sudah banyak calon pembeli yang mengincar rumah ini. Namun, pemiliknya kesulitan untuk menjual karena banyak renovasi yang harus dilakukan.
Selain itu, pembatasan keamanan untuk melintasi tanah juga sangat ketat.
" Jika ada kecanggungan, Anda tidak bisa pergi ke sini atau ke sana, Anda harus melewati (pelabuhan masuk) dan kemudian kembali," kata Brian DuMounlin sang pemilik rumah.
Ia mengatakan, rumah di antara dua negara ini telah menarik perhatian agen rumah di AS dan Kanada. Setiap harinya, mereka membawa sekitar sepuluh hingga dua belas pihak untuk menunjukkan rumah itu.
Pada satu waktu, ada keluarga calon pembeli Kanada yang masuk ke dalam garis AS, DuMoulins harus melaporkannya ke Pos Perbatasan Kanada dan terjadi suatu 'masalah' yang diselesaikan sampai 45 menit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya