Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
PPPA Daarul Quran Bangun Kampung Quran Di Sulteng (PPPA Daarul Quran)
Dream - Berbagai pihak berbondong-bondong memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Salah satunya datang dari PPPA Daarul Quran yang akan membangun Kampung Quran untuk para korban bencana.
Kampung Quran merupakan sebuah kawasan pengembangan masyarakat berbasis tahfizul pasca bencana. Lokasinya berada di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.
Sadaunta tepat berada di bawah Taman Nasional Lore Lindu. Berjarak tiga jam dari Palu melalui jalur perbukitan yang sebagian bekas longsor. Dusun itu sempat terisolir akibat akses jalan terputus. Sehingga bantuan logistik didistrbuikan dengan helikopter.
Dusun kecil ini hanya dihuni sekitar 40 Kepala Keluraga (KK) dengan masyarakat 100 persen Muslim. Berada di daerah ketinggian, mayoritas penduduk Sadaunta adalah petani kakao.

Seluruh warga kini bertahan hidup di tenda-tenda seadanya. Setelah musibah gempa tak ada satupun dari mereka yang berani tidur di rumah, apalagi rumah-rumah mereka kini sudah tak layak huni.
“Karenanya, PPPA Daarul Qur’an akan membangun 40 rumah Quran dan masjid di Dusun Sadaunta,” demikian pernyataan PPPA Daarul Quran, yang diterima Dream, Selasa 23 Oktober 2018.
Rumah Quran dibangun dengan konsep Recycle House. Memanfaatkan sisa puing rumah yang masih bisa digunakan. Rumah itu dibangun secara berkelompok sehingga mentransformasi nilai kegotong-royongan warga.
“Juga, didampingi da’i untuk pendampingan spiritual dan aktivasi kegiatan tahfizh.”
Konsep ini telah digunakan sebagai pendekatan program Kampung Quran setelah becana di beberapa daerah, seperti Halmahera, Merapi, dan Lombok. Saat ini telah lahir generasi penghafal Quran di daerah-daerah tersebut.
“Halmahera sendiri tepatnya Desa Bobanehena sudah jadi kampung wisata religi dengan anak-anak pengahfal Quran di setiap sudut kampung,” imbuh PPPA Daarul Quran.
Kehadiran Kampung Quran diharapkan membuat masyarakat Desa Sadaunta kembali bergeliat dengan membangun rumah dan masjid mereka. Dengan program ini, Sadaunta diharapkan berkembang seperti Halmahera, Merapi, dan Lombok.
“Kampung ini akan jadi pusat pengembangan tahfizh dan melahirkan penghafal-penghafal Qur’an baru.”
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari