Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gejala Kanker Teroid
Dream - Awalnya wanita ini merasa nyeri di pinggang. Akibat berbagai kesibukan dia mengabaikan sakit pinggang itu. Sebelumnya Tri Wahyuni Zuhri yang kerap disapa Yuni itu tak pernah merasakan gejala-gejala aneh atau membahayakan.
Tak pernah terbayangkan oleh Yuni harus menghadapi penyakit mematikan. Rasa sakit di pinggang yang terus menerus mendera hidupnya, ditambah benjolah di bagian leher secera tiba-tiba muncul.
Hasil CT Scan perrtama sangat mengejutkan Yuni. Beberapa tulang belakang Yuni rusak. Bahkan ada pula yang hilang.
Sejak itu, Yuni melakukan berbagai pemeriksaan, dari cek darah, rontgen paru hingga biopsi benjolan di leher. Hasil biopsi lebih mengejutkan. Yuni divonis kanker tiroid. Ternyata tulang belakang yang tidak cantik lagi itu, disebabkan oleh metase atau penyebaran kanker tiroid.
Yuni pun limbung menerima vonis menyakitkan itu. Terbayang wajah ketiga buah hati yang masih memerlukan asuhannya. Kematian sudah dekat, itulah bayangan yang terus bermain dalam benaknya.
Beruntunglah suami, anak-anaknya, dan keluarga besar terus memberi dukungan. Berangsur harapan Yuni kembali. Bangkit dari keterpurukan. Dia bertekad harus sembuh. Kemudian Yuni berusaha untuk mengumpulkan informasi selengkap mungkin tentang kanker terutama kanker tiroid.
Berjuang hadapi penyakit kronis itu dengan mengikuti serangkaian pengobatan sambil merasakan sakit yang luar biasa. Akibat penyakit ini, Yuni merasakan mudah capek, lemas, dan sakit di beberapa bagian tubuhnya.
Yuni terpaksa menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Untuk mengisi waktu, Yuni menulis artikel di ponselnya. Ketika tubuhnya terasa lebih sehat, tulisan itu dipindahkan ke komputer. Dari kegigihannya ini, beberapa tulisannya dimuat di berbagai media. Bahkan, salah satu tabloid menayangkan secara berkala tulisan Yuni.
Baca kisah haru Yuni selengkapnya di sini (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya