Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenahara Bersama Ria Miranda (Dream/Kusmiyati)
Dream - Ada banyak cara untuk mengungkapkan kedekatan dengan seseorang spesial. Seperti yang ditunjukan desainer cantik Ria Miranda dan Jenahara.
Persahabatan yang telah terjalin hampir lima tahun menelurkan karya positif yakni buku yang berjudul Fashion Friendship Jenahara and Ria Miranda.
Buku dengan 104 halaman ini, berisi kumpulan perjalanan dan pengalaman kedua wanita cantik itu dalam meraih impian menjadi desainer fashion muslim yang go international, namun tidak melupakan kebudayan Indonesia.
Dalam buku ini juga dibahas karakter desain keduanya yang bertolak belakang, hingga tips-tips berbisnis fashion dan padu padan berbusana muslim dari keduanya.
" Alhamdulillah, Allah berikan kami kesempatan berkarya positif. Insya Allah memberikan dampak positif untuk semua yang membacanya, ya minimal yang kami kerjakan ini bisa menginspirasi," kata Ria Miranda saat ditemui dalam acara riamiranda trunk Show 2015 di Jakarta, Jumat malam kemarin.
Ria dan Jenahara menambahkan butuh proses panjang, kesabaran, toleransi dan pengertian satu sama lain dalam membuat buku ini.
" Buku ini sebenarnya menceritakan tentang dua kepribadian dan juga gaya kami yang berbeda. Ria, seperti desain-desainnya, cenderung girly atau feminin. Terlihat dari dominasi warna pastel yang ia gunakan. Saya lebih tomboy dengan warna-warna gelap," komentar Jenahara.
Namun di balik perbedaannya, pada dasarnya mereka memiliki banyak kesamaan. Dari minat pada dunia mode hingga menjalankan peran sebagai ibu sekaligus wanita karier.
" Mungkin banyak orang yang enggak tahu siapa kami sebenarnya dan bagaimana persahabatan kami. Semuanya kami tuangkan di buku ini. Ikhlas dan tulus dua cara untuk kita bisa langgeng dalam bersahabat," ujar Jenahara.
Foto-foto yang ditampilkan dalam buku yang diterbitkan Qultum Media ini berlatar Yogyakarta dan Singapura. Karena kesibukan masing-masing, proses pembuatan buku ini pun berlangsung cukup lama, sekitar tujuh bulan.
" Alhamdulillah bersyukur sekali memiliki tim yang saling menghargai dan mengerti karakter masing-masing, sehingga bisa selesai di sela-sela kesibukan kami berdua. Dan untuk saya pribadi ini buku keempat saya dan buku ini sudah bisa diperoleh di toko-toko buku dari sekarang," jelas Ria.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya