Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aiptu Parsono, Polisi Rajin Sedekah (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Dream - Bagi masyarakat Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah, nama Parsono tidaklah asing. Polisi berpangkat Aiptu ini cukup terkenal karena kebiasaannya yang mulia, tak putus dalam bersedekah.
Kebiasaan tersebut dimiliki Parsono semata agar tak lupa pada pesan orangtuanya. Berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan.
Dikutip dari Liputan6.com, setiap hari Parsono meluangkan waktu di sela jam kerjanya untuk mengunjungi mereka yang membutuhkan. Tangan anggota Kanit Binmas Polsek Pejagoan ini tak pernah kosong dari bahan bantuan baik sembako maupun uang tunai.
Seperti tatkala ia pergi ke gubuk reyot milik Bera, 60 tahun, warga miskin di Desa Kedawung usai bertugas mengatur lalu lintas.
Dia bawakan hadiah berupa bahan pangan dan sedikit uang tunai. Polisi tersebut berharap kondisi Bera dapat sedikit ringan.
" Enggak seberapa sih (jumlahnya). Namun kebiasaan ini sudah saya lakukan bertahun-tahun kepada orang yang membutuhkan. Bantuan ini murni dari penghasilan saya, karena saya ingin berbagi," kata Parsono.
Tak ada keraguan dalam benak Parsono untuk mengeluarkan sebagian harta. Dalam hatinya ada keyakinan yang sudah tertanam sejak masih muda, sedekah tidak akan membuat orang menjadi susah.
Keyakinan itu dibuktikan sendiri oleh Parsono. Meski penghasilannya sebagai polisi tidaklah besar, dia bisa memberikan pendidikan bagi anak-anaknya hingga tingkat Perguruan Tinggi.
Anak pertama Parsono menempuh jenjang Magister atau S-2 dan menjadi pengajar di UIN Walisongo, Semarang. Anak keduanya sekarang menempuh jenjang Sarjana atau S-1 di Universitas Gadjah Mada, sedangkan si bungsu duduk di kelas 5 Sekolah Dasar.
" Kami yakin, pendapatan kami berdua (istri) bisa untuk menyekolahkan anak dan berbagi. Istri saya bekerja sebagai guru SD," ucap Parsono.
Di lingkungan tempat kerjanya, Parsono dikenal sangat religius. Selain menjalankan tugas sebagai Polisi, Parsono tercatat sebaagai takmir atau pengurus masjid di Desa Tanggerang, Kecamatan Sruweng, kampung tempat tinggalnya.
Kebiasaan mulia tersebut berbuah manis. Parsono mendapat penghargaan Kapolres Kebumen, AKBP Robert Pardede.
Penghargaan tersebut diserakan oleh Wakapolres Kebumen, Kompol Prayudha Widiatmoko dalam apel yang digelar di Mapolres Kebumen. Parsono tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya mendapatkan penghargaan tersebut.
" Kami sangat berterima kasih sekali kepada Bapak Kapolres serta institusi, karena apa yang saya lakukan ini mendapat apresiasi. Karena, bagi saya bersedekah itu hal biasa. Dan merupakan anjuran agama untuk menyisihkan penghasilan kita untuk orang yang kurang mampu," ucap Parsono.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Muhamad Ridlo.)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya