Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam sejumlah literatur, Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu pertama berupa Surat Al 'Alaq ayat 1-5. Peristiwa itu dicatat dalam sejumlah kitab terjadi pada 17 Ramadan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi.
Dikutip dari NU Online, di hari itu, Rasulullah yang sedang menyendiri di Gua Hira didatangi Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama. Turunnya wahyu tersebut juga menandai Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib sebagai Utusan Allah.
Rasulullah pulang ke rumah dalam keadaan menggigil dan meminta Khadijah untuk menyelimutinya. Rasulullah kemudian bercerita bertemu dengan sesosok pria yang memintanya mengucap kalimat " Iqra'" .
Khadijah berusaha menenangkan Rasulullah. Kemudian Khadijah mengajak Rasulullah menemui penganut Nasrani, Waraqah bin Naufal, yang tidak lain adalah sepupu Khadijah.
Waraqah sangat mengenal muatan dalam Kitab Injil. Dia juga telah menerjemahkannya ke dalam Bahasa Arab.
Kepada Rasulullah, Waraqah mengatakan pria yang ditemui di Gua Hira tidak lain adalah An Namus atau Malaikat Jibril. Pria tersebut adalah sosok serupa dengan yang pernah menemui Nabi Musa AS saat dulu kala.
Usai turunnya wahyu pertama, Malaikat Jibril tidak turun kembali menemui Rasulullah. Waktunya cukup lama, ada yang menyebut tiga tahun, ada pula 2,5 tahun.
Hal itu membuat Rasulullah ketakutan. Sebab, wahyu tidak lagi diturunkan.
Pakar tafsir Alquran, Ustaz Quraish Shihab dalam bukunya Membaca Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadis-hadis Shahih, menjelaskan Rasulullah merasakan ketakutan di masa-masa penantian tersebut.
Ustaz Quraish membenarkan wahyu memang pernah terhenti turun. Tetapi, hal itu tidak terjadi dalam waktu lama dengan tujuan untuk menghilangkan ketakutan yang menyelimuti Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kerinduan datangnya wahyu kedua.
Dalam buku Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal, disebutkan Rasulullah SAW sempat merasa terasing dan ditinggalkan Allah. Ini lantaran wahyu seperti berhenti diturunkan.
Keterangan senada disebutkan Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah. Dalam kitab tersebut, Syeikh Shafiyyurahman menyebut Rasulullah kebingungan dan terdiam dalam keadaan sedih karena wahyu tidak turun. Tetapi, ketakutan Rasulullah sirna begitu wahyu kedua diturunkan.
Sumber: NU Online.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya