Surat Al Alaq Ayat 1-19 Arab, Latin, Terjemahan Beserta Isi Kandungannya

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 18 Desember 2020 09:11
Surat Al Alaq Ayat 1-19 Arab, Latin, Terjemahan Beserta Isi Kandungannya
Berikut bacaan surat Al Alaq

Dream - Surat Al Alaq merupakan surat ke-96 dalam Al Quran. Surat Al Alaq ini turun di kota Mekah sehingga masuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat Al Alaq terdiri dari 19 ayat. Nama surat Al Alaq artinya segumpal darah yang diambil dari kata Alaq. Surat ini menerangkan bahwa manusia tercipta dari segumpal darah.

Oleh karena itu, melalui surat ini Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mencari tahu siapa Tuhan yang menciptakannya dan memuliakannya dengan segala kemampuan. Sayangnya, banyak manusia yang tidak ingat darimana dia berasal dan kurang beryukur atas nikmat-Nya.

Terdapat sejarah yang terkenal mengenai ayat 1-5 surat Al Alaq adalah ayat-ayat yang pertama kali diturunkan. Lima ayat pertama surat Al Alaq ini diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW bertafakur di Gua Hira. Dilansir dari beberapa sumber berikut surat Al Alaq ayat 1 hingga 19.

1 dari 2 halaman

Surat Al Alaq Ayat 1-19 Lengkap

Ilustrasi© Foto : Dream.co.id

Iqra` bismi rabbikallaz? khalaq. khalaqal-insana min 'alaq. iqra` wa rabbukal-akram. allazi ‘allama bil-qalam. ‘allamal-insana ma lam ya’lam. kalla innal-insana layatga. ar ra’ahustagna. inna ila rabbikar-ruj’a. a ra`aitallazi yan-ha. ‘abdan iza salla. a ra’aita ing kana 'alal-huda. au amara bit-taqwaatau. ara`aita ing kazzaba wa tawalla. a lam ya’lam bi’annallaha yara. kalla la’il lam yantahi lanasfa'am bin-nasiyah. nasiyating kazibatin khati’ah. falyad'u nadiyah. Sanad’uz-zabaniyah. kalla, la tuti’hu wasjud waqtarib.

Artinya :

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seorang hamba ketika dia melaksanakan salat. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk), dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)? Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka), (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa), sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

2 dari 2 halaman

Tafsir Al Alaq Ayat 1-5

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

1. Selalu menyebut nama Allah

Ayat di atas memerintahkan kepada kita bahwa dalam setiap kegiatan sebaiknya selalu menyebut nama Allah. Dengan cara ini, insyaAllah keimanan kita akan meningkat karena segala aktivitas yang kita lakukan adalah murni karena Allah Swt.

2. Terbiasa untuk selalu membaca

Membaca merupakan hal yang penting dalam kehidupan. Dalam ayat di atas, tidak secara khusus perintah membaca harus membaca tulisan atau buku. Sebab, Nabi Muhammad adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis.

Oleh karena itu, membaca yang dimaksud adalah dalam skala yang lebih besar yakni membaca keadaan sosial sehingga dapat melatih diri untuk meningkatkan kepekaan, rasa empati dan seterusnya.

3. Selalu berusaha dan tidak mudah menyerah

Malaikat Jibril dalam menyampaikan wahyu tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Ia terus berusaha menuntun Nabi Muhammad agar bisa mengikuti bacaan yang disampaikannya hingga bisa.

Meskipun Nabi Muhammad tidak bisa membaca dan menulis, akan tetapi Allah tentu akan senantiasa membantu dan menolong hambanya yang selau berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

Beri Komentar