Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keluarga CJ Flack (Foto: The Sun)
Dream - Tak bisa dipungkiri, meningkatnya biaya hidup sering tidak seimbang dengan pendapatan yang diperoleh. Karena itu, tiap keluarga harus pandai mengatur pengeluaran.
Tentu ada pos pengeluaran yang mau enggak mau harus kamu kontrol. Salah satunya untuk makan.
Coba deh hitung, kira-kira dalam sebulan berapa rupiah sih yang kamu habiskan untuk makan? Rp1 juta sampai Rp3 juta mungkin?
Kalau menurutmu biaya itu terlalu mahal, mending kamu tiru cara hemat ibu satu ini deh. Sebab, ibu ini hanya menghabiskan uang Rp600 ribu untuk biaya makan dirinya dan dua anaknya dalam sebulan.
Dikutip dari The Sun, dia adalah CJ Flack asal Brisbane, Queensland. Flack mengaku sudah mulai berhemat uang belanja makan sejak 2 tahun lalu.
Berawal dari rasa lelah yang ia alami setiap hari. Sebab, dia harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan makan siang kedua anaknya.
Alasan itu memaksa Flack berpikir keras menemukan cara yang praktis. Dia memutuskan untuk memasak hidangan sarapan dan makan siang untuk satu bulan dalam satu hari.
Yang lebih mengejutkan, hidangan itu hanya menghabiskan biaya sebanyak 60 dolar Australia. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya hanya Rp 636 ribu.
Kalau dibandingkan dengan menu sarapan dan makan siangmu, apa nominal tersebut cukup masuk akal? Jadi penasaran kan, apa sih yang dia masak?
© Dream
Dream - Setiap bulannya, Flack menyiapkan berbagai resep makanan untuk sarapan, makan siang, dan berbagai makanan ringan seperti muffin, pizza mini, roti sosis, kerupuk tuna, sayuran, dan jelly buah-buahan. Biar nggak bosan, ia selalu mengganti menunya setiap bulan.

Setelah menu sarapan dan makan siang siap, Flack menaruh makanan itu dalam wadah-wadah kecil. Makanan itu lalu disimpan di dalam kulkas.
Saat tiba saatnya waktu makan, Flack cukup mengeluarkan makanan-makanan tersebut dan memberikannya kepada anak-anaknya.

Menurut Flack, cara ini efektif untuknya yang tak ingin terburu-buru setiap hari. Meski begitu, dia memastikan kedua anaknya mendapatkan asupan makanan yang tepat.
" Aku mencoba dan memastikan mereka mendapatkan banyak buah, sayuran dalam makanan yang panggang, asupan susu yang cukup dan karbohidrat yang sehat untuk membuat mereka berenergi," katanya.
Meski menyantap menu sarapan dan makan siang yang sama, Flack memastikan apa yang ia buat selalu habis.
Flack beralasan, sebelum memilih dan membuat hidangan selama satu bulan, ia selalu berdiskusi dengan anak-anaknya. Dia juga memastikan mereka akan menyantap semua hidangan tersebut.
" Anak-anak menyukainya. Aku coba melibatkan mereka sebanyak mungkin dalam proses perencanaan dan persiapan, jadi aku tahu mereka akan memakannya," jelas Flack.
Tertarik ide cemerlang Flack ini?
(Beq, Sumber : The Sun)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya