Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Monumen Nasrudin Hoja Di Turki (islami.co)
Dream - Nasrudin Hoja merupakan sosok cerdik dan jenaka dalam literatur Islam. Dia kerap berlaku dan berkata konyol namun penuh hikmah.
Pun demikian ketika Nasrudin berdebat dengan seorang hakim. Keduanya mendebatkan mana yang lebih penting antara kekayaan dan kebijaksanaan.
Suatu hari, Nasrudin terlibat perbincangan dengan hakim. Si hakim adalah seorang cendekiawan namun berpikir hanya dalam satu sisi saja.
Karakter hakim itu sama dengan kebanyakan hakim lainnya kala itu. Berpikir hanya satu sisi sehingga tidak bisa luwes dalam memandang persoalan.
Kemudian, si hakim mencoba mengetes Nasrudin. Hakim itu memancing dengan mengucapkan sesuatu.
" Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika," ujar hakim itu sembari melirik ke arah Nasrudin.
Gelagat hakim itu ditangkap oleh Nasrudin. Dia pun merasa seolah-olah ditanya oleh si hakim.
" Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, akan tetapi hukumlah yang seharusnya disesuaikan dengan kemanusiaan," kata Nasrudin menanggapi perkataan hakim.
Hakim itu kembali mengajukan pertanyaan.
" Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda punya pilihan, Anda akan memilih kekayaan atau kebijaksanaan?" kata hakim itu.
Tak disangka, Nasrudin yang dikenal sebagai cendekia itu memberikan jawaban mengejutkan.
" Tentu saja saya akan memilih kekayaan. Bagaimana Anda ini," kata Nasrudin.
Hakim tersebut mencoba mengejek Nasrudin.
" Wah, sangat memalukan. Seharusnya Anda seorang cerdik pandai dan diakui masyarakat memilik kebijaksanaan daripada kekayaan." kata hakim itu.
Nasrudin langsung sigap mendapat komentar tersebut. " Kalau pilihan Anda sendiri?" tanya Nasrudin.
" Sangat jelas, saya akan memilih kebijaksaan," kata hakim itu dengan nada mengejek.
" Sudah terbukti, kalau semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya," kata Nasrudin.
(ism, Sumber: Islami.co)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan