Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pekerja Peternakan Unta Menggunakan Penutup Hidung Untuk Menghindari Penularan MERS (Times Of Oman)
Dream - Otoritas kesehatan di Arab Saudi telah melaporkan lagi lima kematian baru akibat Sindrom Penafasan Timur Tengah (MERS), sehingga membuat korban tewas di negara itu membengkak jadi 168 orang.
Menurut laman Arab News dan Times of Oman, Minggu 18 Mei 2014, situs web Kementerian Kesehatan juga mengungkapkan pada hari Sabtu kemarin 629 kasus telah dicatat di negara itu sejak virus MERS pertama kali merebak di Arab Saudi pada tahun 2012.
Disebutkan, tiga perempuan tewas pada hari Jumat lalu. Salah satunya seorang wanita berusia 48 tahun di Riyadh, dan seorang wanita 67 tahun di kota Taif.
Wanita ketiga meninggal di Jeddah, sebuah kota pelabuhan tempat serentetan kasus penularan terjadi di antara staf Rumah Sakit King Fahd bulan lalu yang memicu kepanikan masyarakat dan pemberhentian direktur rumah sakit itu dan menteri kesehatan.
Selain itu di Jedah juga dilaporkan dua pria juga tewas. Mereka berumur 55 tahun dan 67 tahun.
Kementerian itu mengatakan sembilan kasus terbaru MERS telah dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah kasus terinfeksi ke 629 sejak pecahnya penyakit kronis itu.
Negara-negara lain termasuk Mesir, Yordania, Libanon, Belanda, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat juga telah mencatat kasus penularan MERS, terutama pada orang yang baru saja berkunjung ke kerajaan padang pasir itu.
Pada hari Rabu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan komite darurat, yang meliputi para ahli medis global dan pakar kebijakan, telah menyatakan kekhawatiran mereka tentang penularan virus tersebut.
WHO meminta agar negara-negara lain meningkatkan pencegahan dan pengendalian infeksi, mengumpulkan lebih banyak data tentang MERS dan mewaspadai penyebaran MERS ke negara-negara yang rentan, terutama di Afrika.
Tapi sejauh ini WHO belum merasa perlu mengumumkan keadaan darurat kesehatan internasional. Sebab hal ini akan memiliki implikasi luas ke pembatasan perjalanan dan perdagangan ke negara-negara yang terkena dampak MERS.
Sebuah tim WHO yang melakukan inspeksi kunjungan lima hari ke Arab Saudi awal bulan ini, telah menunjuk sejumlah pelanggaran dalam langkah-langkah pencegahan infeksi yang dianjurkan. Hal ini dianggap ikut bertanggung jawab atas lonjakan dalam penularan infeksi MERS rumah sakit.
MERS selama ini dianggap sebagai sepupu mematikan tapi kurang menular dari virus SARS yang muncul di Asia pada tahun 2003 di mana 8.273 orang terinfeksi, dan sembilan persen di antaranya meninggal dunia.
Seperti SARS , MERS menyebabkan infeksi paru-paru, dengan gejala pasien menderita batuk, sesak napas dan demam tinggi. Perbedaannya, MERS juga dapat menyebabkan gagal ginjal dalam tempo cepat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya