Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rekaman CCTV Meninggalnya Mohd Radzi Ibrahim (Foto: Sinar Harian)
Dream - Semua manusia pasti meninggal dunia. Namun kapan embusan napas terakhir terjadi, manusia tidak bisa memprediksikannya. Setiap manusia hanya bisa berdoa agar dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah yang menjadi dambaan, khususnya bagi Muslim.
Seperti pria asal Malaysia berikut ini, dia meninggal dengan cara yang diidamkan banyak Muslim. Pria bernama Mohd Radzi Ibrahim ini wafat saat melaksanakan shiolat Maghrib berjemaah di Masjid Mukim Kenor, Kamis 8 September 2022.
Menurut Sinar Harian, Mohd Radzi Ibrahim tutup usia 63 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada pukul 7.20 malam waktu setempat. Mohd Radzi Ibrahim terjatuh di saat rakaat pertama.
Imam Masjid Mukim Kenor, Ahmad Fadhil Zamani, mengungkapkan, Radzi terjatuh ketika hendak rukuk. Dia mendengar bunyi kuat saat tubuh pria itu tersungkur.
Rekaman CCTV memperlihatkan, pria berbaju hijau itu tidak sempat rukuk, namun langsung bersujud sebaris dengan jemaah lain yang sedang sholat.

“ Seorang jemaah berhenti saat sholat dan segera membantu membaringkan Mohd Radzi yang sudah tidak sadarkan diri,” kata Ahmad.
Ketika tim medis datang untuk memeriksa, Radzi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dia juga diketahui mempunyai penyakit jantung.
“ Saya menghubungi telepon darurat 999 dan petugas medis yang datang memeriksa Mohd Radzi mengatakan dia sudah meninggal dunia,” lanjutnya.
Sosok Radzi semasa hidupnya dikenal sebagai orang yang baik, bahkan dia sering berebut membayar makanan dan minuman untuk sahabat-sahabatnya ketika di kedai makan.
Sholat berjamaah di masjid sudah menjadi rutinitasnya setiap hari bahkan untuk lima waktu. Dia juga selalau mengamalkan bacaan surat Al-Ikhlas.
“ Dia (Radzi) memang sholat berjemaah lima waktu di masjid dan setiap hari mengamalkan membaca 40 kali surat Al-Ikhlas, dia seorang pria yang menepati janji,” ungkap Ahmad.
Jenazah Radzi dikebumikan esoknya di Tanah Perkuburan Islam Kampung Tengah Kuala Krai selepas sholat Jumat.
“ Kita tidak tahu amalan rahasia dia hingga membawanya kepada kematian yang husnul khatimah (meninggal dalam keadaan beribadah dan pada malam Jumat),” katanya.
Peristiwa meninggalnya lelaki ini mengingatkan kembali akan hadis yang pernah disampaikan Rasulullah tentang orang yang mati syahid. Salah satunya meninggal di saat sedang beraktifitas di jalan Allah SWT.
“ Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya