Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Masjid Istiqlal
Dream - Kementerian Agama menganggarkan dana bantuan operasional masjid dan mushola terdampak Covid-19. Dengan total Rp6,9 miliar, bantuan untuk masjid dialokasikan Rp6,2 miliar sedangkan sisanya, Rp700 juta, disiapkan buat bantuan mushola.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Mohammad Agus Salim, mengatakan bantuan ini dapat dimanfaatkan pengurus masjid atau mushola untuk penyediaan fasilitas kebersihan dan kebutuhan lainnya. Seperti penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh dan lainnya.
" Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring," ujar Agus, dikutip dari Kemenag.
Agus mengatakan banyak masjid dan mushola turut terkena imbas pandemi Covid-19. Ditiadakannya kegiatan keagamaan mempengaruhi kemampuan operasional masjid dan mushola.
Secara rinci, Agus juga mengatakan setiap masjid akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp20 juta. Sedangkan satu mushola dianggarkan Rp10 juta.
Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Abdul Syukur, menjelaskan terdapat beberapa syarat bagi masjid atau mushola untuk mendapatkan dana bantuan ini. Pengurus masjid atau mushola diharapkan dapat memenuhi syarat tersebut.
" Salah satu persyaratannya, masjid atau mushola harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening Bank atas nama masjid atau mushola, dan terdampak atau berada pada daerah yang terpapar Covid-19," kata Syukur.
Sedangkan untuk prosedurnya, Syukur mengatakan seluruhnya dilakukan secara online.
Berikut prosedur pengajuan dana bantuan masjid dan mushola Kemenag
1. Dokumen permohonan bantuan diunggah pada laman https://simkah.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan
2. Dokumen terdiri atas:
a. Permohonan bantuan tertulis ditujukan kepada Menteri Agama melalui Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam/Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah,
b. Rekomendasi pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama setempat,
c. Fotokopi Keputusan Susunan Kepengurusan,
d. Rencana Anggaran Biaya (RAB),
e. Fotokopi buku rekening bank atas nama Masjid atau Mushola yang masih aktif,
f. Surat pernyataan kebenaran dokumen yang ditandatangani ketua pengurus bermeterai cukup.
3. Permohonan diajukan paling lambat 12 September 2021.
4. Status permohonan yang sudah diajukan dapat dicek di https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan/cekstatus.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya