Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Lukman Saat Pelatihan Revolusi Mental Di Gedung Kemenag (kemenag.go.id)
Dream - Mencoba meneruskan semangat Revolusi Mental yang menjadi visi pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Agama menggelar workshop penguatan nilai budaya kerja. Bertempat di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, workshop ini dihadiri sejumlah pejabat eselon dan Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesian.
Menurut Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, acara workshop ini sebenarnya kelanjutan agenda satu tahun yang lalu.
" Jadi sejak Desember tahun lalu, kami rumuskan agar ada perubahan yang lebih baik di Kemenag. Ini juga meneruskan semangat program Lima Budaya Kerja," ujar Lukman di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015.
Menurut Lukman, program ini dilakukan sekaligus untuk meningkatkan semangat profesionalitas pegawai Kemenag. Sebab, kata dia, masih banyak ditemukan administrasi dan kinerja pegawai yang tidak tertib.
" Masih ada temuan tingkat kehadiran pegawai yang tidak tertib. Mereka datang telat dan pulang lebih awal. Selain itu juga ada laporan-laporan keuangan yang tidak diselesaikan tepat waktu," ungkap dia.
Pengisi materi pelatihan, Ary Ginanjar Agustian menilai, Kemenag menjadi kementerian yang melakukan pelatihan secara terukur. Meski begitu, pendiri dari ESQ Learning Center mengingatkan kembali 'bahan bakar' untuk meningkatkan kompetensi di kementerian itu.
" Revolusi mental ini perlu bahan bakar penting yang berisi tiga kompetensi, yaitu skill and knowledge, attitude, dan penanaman nilai kepemimpinan dengan keteladanan," jelas dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya