Kemenag: Takmir Masjid Akui Ada Penceramah Radikal

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 12 Juli 2018 19:01
Materi yang disampaikan dianggap belum sampai tahap membahayakan.

Dream - Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Khoiruddin, mengatakan telah menggelar pertemuan dengan sejumlah takmir atau pengurus masjid di seluruh DKI Jakarta. Pertemuan ini menindaklanjuti hasil survei yang menyebut 41 masjid terpapar pahal radikal.

" Hasil pertemuan memang mereka mengaku ada penceramah memberikan ujaran kebencian atau menjelekkan golongan lain," ujar Khoiruddin di Hotel Ciputra, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.

Tetapi, kata Khoiruddin, para takmir menyatakan muatan ceramah yang mengandung unsur radikal belum sampai ke tahap berbahaya.

" Maka kita pahami bersama. Pemahaman itu (perbedaan) ini harus utuh menjalin kasih sayang terhadap pemikiran yang berbeda dengan kita," ucap dia.

Meski demikian, Khoiruddin membantah masjid disebut telah menyebarkan paham radikal. Menurutnya, masjid adalah benda mati, yang digunakan untuk ibadah.

" Kami masih meragukan data itu tentang masjid radikal. Cuma mungkin sasarannya para da'i yang ketika berceramah memiliki konten yang bertentangan dengan NKRI dan menjelekkan golongan lain, sehingga disangka satu gerakan masjid yang radikal," kata dia.

Sebelumya, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Syafruddin menolak secara tegas pernyataan yang menyebut masjid disebut radikal.

" Makanya hati-hati jangan sampai dilaknat oleh Allah SWT menuduh-nuduh masjid radikal, tidak mungkin. Nah saya membantah," ujar Syafruddin saat bertemu dengan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu 11 Juli 2018.

Survei tersebut dilakukan oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Dari 100 masjid yang disurvei, 41 di antaranya diduga terpengaruh paham radikal. (ism)

Beri Komentar
Suka Unggah Caption Lucu, Apa Alasan Ferry Salim?