Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) menurunkan tim pemantau persiapan ibadah haji. Penanggung jawab tim auditor, Inspektur Wilayah II Nur Arifin mengatakan, tim ini untuk memastikan kesiapan Kantor Staf Teknis Urusan Haji.
“ Dalam memberikan layanan perumahan, transportasi, dan konsumsi jemaah pada musim haji 2019 M/1440,” kata Nur Arifin, dalam keterangan resminya.
Sementara, anggota tim Auditor Itjen Kemenag, Djubaedah mengatakan, selama di Jeddah tim auditor mengikuti beberapa proses pelayanan kepada jemaah haji.
“ Salah satunya, tim mengikuti kegiatan tim penyediaan katering untuk kasyfiyah (survei awal) ke dapur penyedia layanan katering di Arab Saudi yang telah mendaftar. Tim juga memantau saat proses negosiasinya,” kata Djubaedah.
Tim auditor ini beranggotakan enam orang auditor. Tim bertugas selama 14 hari, mulai 28 Maret sampai 11 April 2019.
“ Terutama dalam masa transisi dari BPIH ke DIPA, sehingga memerlukan penguatan penuh dalam pengelolaan keuangan. Sekaligus dibicarakan juga masalah yang menyangkut e-Hajj, terutama masalah pembayaran kontraktual,” kata Djubaedah.
Menurut Staf Teknis Haji (STH) KJRI Jeddah, Endang Jumali pertemuan itu, membahas beberapa poin penting terkait kinerja dan pelayanan Kantor Teknis Urusan Haji.
“ Pada pertemuan tadi dibahas tiga poin penting, diantaranya adalah pembahasan tentang struktur organisasi TUH untuk menambah fungsi umrah. Ini melihat dari pelayanan umrah yang semakin masif dan diperlukan sekali, sekaligus juga sebagai bentuk perlindungan warga,” kata Endang Jumali.
Selain itu, Endang Jumali juga juga menyampaikan poin pembahasan lainnya terkait audit keuangan dan kinerja terutama dalam masa transissi dari BPIH ke DIPA. Serta, tentang perihal kontraktual pelayanan jemaah haji yang terkoordinasi pada system e-Hajj Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya