Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Musisi Keroncong Mus Mulyadi Tutup Usia (Foto: Kapanlagi)
Dream - Musisi keroncong Mus Mulyadi tutup usia pada Kamis, 11 April 2019. Penyanyi kelahiran 14 Agustus 1945 itu meninggal akibat sakit yang telah lama diidapnya.
Jauh sebelum dikenal di dunia keroncong sebagai penyanyi, Mus dikenal sebagai pelatih band Irama Puspita, yang kemudian berubah nama jadi Dara Puspita.
Di akhir 1964, Mus mendirikan grup band Ariesta Birawa. Satu album berhasil ditelurkan band ini pada 1964 dengan produksi PT Demita Record.
Dikutip dari laman blog, jurnalis musik, Denny Sakrie, Ariesta Birawa mengandalkan delapan lagu yang tertuang dalam album bernama Djaka Tarub.
Satu lagu terasa spesial dibawakan Nanny Suwandi dengan gaya pop dan keroncong. Ariesta Birawa juga mengiringi lagu bernuansa religius Salawat Badar.
Salah satu lagu Ariesta Birawa, Di Dunia yang Lain, dikenang kembali pada tahun dua ribuan. Lagu itu masuk dalam album kompilasi rilisan Now Again Record Amerika Serikat, Those Shocking Shaking Days: Indonesia Hard Psychedelic Progressive and Funk 1970-1978.
Kembali ke perjalanan karier Mus. Usai membangun band Ariesta, Mus mengadu nasib ke Singapura. Di negara itu dia melahirkan karya Sedetik Dibelai Kasih, Jumpa dan Bahagia, dan 10 lagu lain.
Mus dan empat kawannya kembali membentuk band pada 1971. Namanya Favourite. Mereka rekaman di Musica. Satu album berisi lagu-lagu Cari Kawan Lain, Angin Malam, Seuntai Bunga Tanda Cinta, Nada Indah.
Sejak meledaknya album itu, Mus dibuatkan lagu solo berbahasa Jawa, Rek Ayo Rek. Lagu itu meledak dan menjadi karya pentingnya.
Dari sinilah, Mus mulai dikenal sebagai penyanyi keroncong pop. Dalam salah wawancara dia mengaku keahlian bernyanyinya karena perasaan dan improvisasi.
Selamat jalan Mus.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang