Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Putra Mahkota Kelantan Akan Menikahi Mantan Pembantu Dan Pengasuh Anak. (Foto: Business Insider)
Dream – Putra Mahkota Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Faiz Petra, akan segera mengakhiri masa kesendiriannya. Sang pangeran telah menemukan seorang wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak.
Selain kabar pernikahannya, wanita yang dipilih sang pangeran sebagai kekasihnya juga menjadi pembicaraan warga Kelantan.
Tengku Muhammad Faiz Petra dikabarkan akan mempersunting wanita asal Swedia, Sofie Louise Johansson.
Calon istri pangeran ini bukan dari keluarga darah biru. Sofie ternyata bekas pembantu dan pengasuh anak dari sebuah keluarga di Inggris.
Dikutip dari Business Insider, Kamis 11 April 2019, sang pangeran berusia 45 tahun, sedangkan Sofia baru berusia 33 tahun. Rencananya, pernikahan keduanya akan digelar pada 19 April 2019.
Undangan pernikahan beserta foto pasangan calon pengantin ini juga viral di media sosial Malaysia minggu lalu.
Pada 6 April 2019, sebuah perusahaan tekstil mengunggah foto yang diidentifikasi sebagai Sofia. Dia disebut sebagai “ klien tercinta”. Di foto itu, wanita ini memakai baju kurung—baju tradisional Malaysia.
Menurut The Star, putra mahkota mengenyam pendidikan doktoral sejarah di University College di London dan sarjana sejarah di London School of Economics and Political Science. Faiz Petra juga belajar bahasa Italia di universitas di Florence.
Sementara itu, harian Swedia, Expressen, melaporkan calon mempelai perempuan tumbuh di daerah Linkoping, Swedia. Dia mengambil program Children and Leisure di sebuah sekolah menengah.
Program kejuruannya melatih lulusannya untuk bekerja dengan anak-anak dan remaja. Lulusan itu bisa bekerja sebagai pengasuh anak atau asisten pribadi.
Setelah lulus, Sofia pergi ke Inggris untuk bekerja sebagai au pair. Profesi Au pair adalah orang asing muda yang tinggal dengan keluarga angkat. Sebagai ganti akomodasi, makanan, dan kesempatan untuk menghadiri sekolah bahasa setempat, au pair membantu keluarga angkat untuk pekerjaan rumah dan mengasuh anak.
Namun, pekerjaan ini tidak memberikan gaji seperti pengasuh profesional.
Expressen menyebut pasangan itu berjumpa di Inggris, tapi tak disebutkan kapan waktu pertemuannya. Namun, Bernama mengatakan pasangan itu sudah saling mengenal dalam waktu yang lama. Dikatakan pula pesta pernikahan ini akan dihadiri kerabat kerajaan dan teman dekat pangeran.
Expressen mengatakan keluarga Sofia akan bertolak ke Malaysia untuk menghadiri upacara pernikahan. Dikatakan ada 300 tamu yang akan hadir.
Uniknya, sang pangeran meminta hadiah pernikahan disalurkan ke yayasan sosial, seperti panti asuhan dan panti jompo. Pangeran juga akan membawa istri barunya ke acara-acara kenegaraan dan memperkenalkannya kepada publik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang