Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo Didampingi Perwakilan Kemensos, Imigrasi, Kemnakertrans, Dan Kejagung Memberi Keterangan Saat Rilis Pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4
Dream - Pengalaman tragis dialami perempuan asal Tangerang berinisial EH. Dia menjadi satu dari sekian banyak korban perdagangan orang dengan modus pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
EH menceritakan kisah itu ketika dapat kembali ke Tanah Air. Dilaporkan Liputan6.com, EH awalnya tergoda dengan gaji Rp5 juta per bulan dan bonus besar lain pada 2018.
Dia tak tahu pemerintah telah memberlakukan moratorium terhadap penempatan TKI di sejumlah negara Timur Tengah.
" Saya berangkat waktu bulan puasa. Dari berangkat ke Jakarta, terus ke Surabaya. Di sana ditampung selama dua minggu, lalu saya diberangkatkan ke Malaysia. Di sana saya bekerja tapi saya tidak digaji," kata EH.
Setelah ditampung di Malaysia, EH dikirim ke Dubai selama beberapa hari. " Dari sana (Dubai) saya dilempar lagi ke Turki. Di sana saya kerja selama dua minggu overtime tapi tidak digaji juga. Dilempar lagi ke Sudan. Dari Sudan saya dilempar lagi ke Suriah," ucap dia.
Meski bekerja selama beberapa bulan tanpa upah, EH tetap bertahan. Dia tak berani meninggalkan rumah majikannya.
Keberaniannya sempat muncul saat seorang teman asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajaknya kabur menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah. Tapi, sesampai di KBRI dia tak mendapat pertolongan.
" Malah mencaci maki saya. Menghina saya dan memulangkan saya ke agen," kata EH.
Oknum pejabat KBRI Suriah itu, kata Eh, mengatakan tak punya wewenang mengurusi kepulangannya. Oknum pejabat KBRI itu bahkan menyebut, Presiden Joko Widodo bosan mengurus WNI di Suriah.
EH dinilai sama seperti beberapa WNI yang telah dideportasi dari Suriah dan Irak karena terindikasi terkait jaringan teroris ISIS.
Oknum pejabat KBRI itu mengembalikan EH ke agennya. " Saya bisa apa? Kamu kan dari negara kamu dijual. Sedikit pun kamu nerima uang, ya harus terima, risiko. Mau dipukul, mau hidup, mau mati. Intinya kamu itu dijual. Saya tidak bisa apa-apa," katanya menirukan oknum pejabat KBRI.
Setelah kembali ke agennya, EH dikirim ke Irak. Di sana dia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tetapi nasib nahas dialaminya. Dia disiksa dan diperkosa oleh majikannya hingga hamil.
Dia bahkan difitnah hingga masuk bui.
EH akhirnya ditolong pegiat dari organisasi migrasi internasional dan KBRI Baghdad, Irak. Dia akhirnya bisa pulang ke Tanah Air.
" Ini cukup di saya saja. Jangan sampai ada yang lain yang berangkat ke Timur tengah," kata dia.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan M Abdul Halim Herlangga, sebagai tersangka. Dia merupakan agen dari ratusan TKI yang diberangkatkan secara ilegal.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa