Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pedang Dan Tombak Tentara Terakota Tetap Tajam Dan Berkilau. (Foto: Pixabay.com)
Dream - Misteri tentang bagaimana pedang dan tombak perunggu Tentara Terakota yang ikonik tetap mengkilap, kini telah terungkap.
Padahal, ribuan patung Tentara Terakota yang ditemukan di China itu telah terkubur selama hampir 2.000 tahun.
Tim peneliti Inggris menemukan bahwa lapisan krom pada senjata perunggu Tentara Terracotta sebenarnya adalah sejenis pernis pelindung.
Jadi, senjata perunggu itu mengkilap bukan karena dilapisi teknologi anti-karat atau teknik pengawetan lainnya.
Bahkan, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, tetap awetnya senjata-senjata itu juga karena komposisi kimia dan karakteristik tanah di sekitarnya.
"Tentara Terakota dan sebagian besar bahan organik di makam tersebut dilapisi pernis pelindung sebelum dicat dengan pewarna," kata Marcos Martinon-Torres, dari University of Cambridge di Inggris.
Martinon-Torres dan timnya menemukan kandungan lapisan krom yang cukup banyak di dalam pernis. Tapi hanya menemukan jejaknya di dekat pewarna dan tanah. Kemungkinan telah terjadi kontaminasi.
Jejak lapisan krom paling banyak yang ditemukan pada senjata perunggu selalu pada bagian-bagian senjata yang secara langsung terkait dengan unsur-unsur organik yang sekarang membusuk, seperti batang tombak dan gagang pedang yang terbuat dari kayu dan bambu, yang juga memiliki lapisan pernis.
"Jelas sekali bahwa pernis pelindung secara tidak disengaja telah menjadi lapisan krom pada pedang perunggu. Jadi bukan karena teknologi anti karat kuno," tambah Martinon-Torres.
Tentara Terakota dari Xi'an terdiri dari ribuan figur keramik seukuran manusia sungguhan. Patung-patung itu mewakili para prajurit yang menjaga tiga lubang besar di dalam makam Qin Shihuang, kaisar pertama yang menyatukan seluruh China pada masa 259-210 Sebelum Masehi.
Patung-patung itu dipersenjatai dengan senjata perunggu sungguhan, mulai dari tombak, pedang, panah dan 40.000 anak panahnya.
Sebagian komponen organik patung seperti batang tombak, gagang dan sarung pedang telah membusuk. Namun bagian perunggunya masih dalam kondisi sangat bagus.
Jejak lapisan krom yang terdeteksi pada permukaan senjata perunggu memunculkan keyakinan bahwa pengrajin Dinasti Qin telah menemukan bentuk awal teknologi pelapisan krom.
Yang mengejutkan, teknik pelapisan krom ini baru dipatenkan pada awal abad ke-20 dan masih digunakan sampai sekarang.
"Beberapa senjata perunggu, khususnya pedang dan tombak, masih memperlihatkan permukaan yang tajam dan berkilau meski setelah 2.000 tahun dikubur bersama Tentara Terakota," kata Xiuzhen Li dari University College London di Inggris.
Para peneliti yakin bahwa lapisan krom yang ditemukan pada permukaan senjata perunggu hanyalah kontaminasi dari pernis pelindung yang ada di objek yang berdekatan. Jadi bukan hasil dari teknologi kuno.
Sumber: Theweek.in
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya



Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan