Tak Cuma Maaf, Gus Mus Juga Beri Sangu ke Pembuat Video Fitnah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 April 2019 12:00
Tak Cuma Maaf, Gus Mus Juga Beri Sangu ke Pembuat Video Fitnah
Meski sudah difitnah, Gus Mus tidak sakit hati dan justru memberi uang saku agar pelaku tidak kesulitan selama di Rembang.

Dream - Tanggapan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jawa Tengah, KH Musthofa Bisri, kepada pembuat video yang memfitnahnya sungguh mengagumkan.

Ulama yang akrab disapa Gus Mus ini menyatakan sudah memaafkan pelaku yang bernama Zainal, jauh sebelum dia sowan dan meminta maaf.

Tak hanya itu, Gus Mus juga sampai memberi sangu kepada Zainal yang datang bersama temannya, Sahili. Sangu yang artinya bekal dimaksud bukan kiasan, namun dalam makna sesungguhnya, yaitu uang saku.

Dikutip dari NU Online, peristiwa itu terjadi pada Senin 8 April 2019. Saat Zainal dan Sahili hendak pamit untuk pulang, tiba-tiba Gus Mus menyodorkan uang saku dalam amplop kepada Zainal.

Mendapat amplop itu, Zainal dan Sahili justru bengong. Keduanya sempat meletakkan amplop itu, seperti tidak mau menerima.

" Ibnu sabil namanya, ibnu sabil itu perlu dikasih sangu (bekal)," ujar Gus Mus.

1 dari 3 halaman

Mengharukan

Kejadian itu dibenarkan oleh santri abdi di kediaman Gus Mus, Muhammad Ali Almustofa.

" Iya, tadi malam (8 April) waktu ngabari saya katanya sudah menipis sangunya dan rencananya sore (Selasa, 9 April) nanti langsung mau pulang ke Batam karena sudah dua hari bermalam di penginapan dekat alun-alun Rembang," kata santri yang akrab disapa Kang Ali ini.

Menurut Kang Ali, kejadian itu turut disaksikan sejumlah tamu yang juga sowan ke rumah Gus Mus. Mereka tidak menyangka Gus Mus memberikan perlakuan begitu istimewa pada Zainal yang notabene telah memfitnah ulama senior itu.

" Manusia itu harus bisa menempatkan diri sebagai manusia, yaitu menyembah Yang Esa, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengasihi sesama," kata Gus Mus.

2 dari 3 halaman

Pengedit Video Fitnah Sowan dan Minta Maaf ke Gus Mus

Dream - Tokoh senior Nahdlatul Ulama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, KH Musthofa Bisri, sempat menjadi korban video fitnah.

Video itu menggabungkan pernyataan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, dengan pernyataan ulama yang akrab disapa Gus Mus itu.

Pembuat video tersebut akhirnya sowan ke kediaman Gus Mus untuk meminta maaf. Hal itu disampaikan Gus Mus lewat akun Instagramnya, @s.kakung.

" Namanya Zainal dari Batam. Masih sangat muda. Jauh-jauh dia datang dari Batam untuk meminta maaf, karena mengedit video (menggabungkan videoku dengan video lain untuk mendiskreditkan salah seorang calon presiden). Kelihatannya dia betul-betul menyesal," tulis Gus Mus, diakses pada Selasa 9 April 2019.

Gus Mus berharap penyesalan Zainal dapat menjadi pelajaran bagi pemuda itu. Juga bagi masyarakat luas agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai sesuatu.

" Berlebih-lebihan dalam menyukai dan membenci (termasuk kaitannya dengan Pilpres ini), bisa menghilangkan akal sehat," kata Gus Mus.

      View this post on Instagram

Namanya Zainal dari Batam. Masih sangat muda. Jauh-jauh dia datang dari Batam untuk meminta maaf, karena mengedit video (menggabungkan videoku dengan video lain untuk mendeskreditkan salah seorang calon presiden). Kelihatannya dia betul-betul menyesal. Mudah-mudahan penyesalannya ini benar-benar membuka matanya dan jadi pelajaran baginya --dan bagi lainnya yang mengalami hal yang sama-- bahwa: berlebih-lebihan dalam menyukai dan membenci (termasuk kaitannya dengan Pilpres ini), bisa menghilangkan akal sehat, minimal bisa membuat lupa bahwa: 1. Pemilu dan Pilpres ini adalah agenda rutin 5 tahunan (melihat umurnya, secara lahir, Zainal ini masih akan mengalami berkali-kali pemilu dan pilpres); 2. Kita semua saudara sebangsa Indonesia dan semua Capres-cawapres adalah tokoh-tokoh Indonesia yang menginginkan kemajuan Indonesia dan kebaikan bangsa Indonesia. 3. Bila masing-masing pendukung hanya memuji dan menonjolkan keunggulan calonnya, tanpa menjelekkan calon 'lawan', maka semua calon akan tampak baik semua. Sebaliknya bila kedua pihak saling menjelekkan 'lawan', maka yang tampak hanya kejelekan keduanya belaka. Semoga Allah merahmati Indonesia dan bangsa Indonesia. ��

A post shared by Ahmad Mustofa Bisri (@s.kakung) on

3 dari 3 halaman

Pesan Gus Mus

Gus Mus juga mengingatkan bahwa kebencian dan fitnah terkait pemilu telah membuat orang lupa akan tiga hal. Pertama, pemilu adalah ajang lima tahunan yang akan terus berlangsung di waktu-waktu mendatang.

" (Ke dua) kita semua saudara sebangsa Indonesia dan semua Capres-cawapres adalah tokoh-tokoh Indonesia yang menginginkan kemajuan Indonesia dan kebaikan bangsa Indonesia," terang Gus Mus.

Sedangkan hal ke tiga yang disinggung Gus Mus adalah kecenderungan pendukung menjelek-jelekkan pasangan lawan. Padahal, akan lebih baik jika pendukung lebih menonjolkan kelebihan pasangan yang didukungnya.

" Bila masing-masing pendukung hanya memuji dan menonjolkan keunggulan calonnya, tanpa menjelekkan calon 'lawan', maka semua calon akan tampak baik semua. Sebaliknya bila kedua pihak saling menjelekkan 'lawan', maka yang tampak hanya kejelekan keduanya belaka," kata dia.

Beri Komentar