Gus Mus Unggah Foto Bersama Gus Dur, Paras Saat Muda Curi Perhatian!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 4 Januari 2021 15:45
Gus Mus Unggah Foto Bersama Gus Dur, Paras Saat Muda Curi Perhatian!
Foto masa muda Gus Muh curi perhatian netizen.

Dream - Gus Mus memang sangat dekat dengan almarhum Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid. Mereka memang sesama tokoh Nahdlatul Ulama. NU.

Keduanya merupakan sahabat baik yang pernah satu kamar saat menempuh studi di Kairo, Mesir. Di Universitas Al-Azhar. Sepekan sebelum Gus Dur wafat, kiai bernama lengkap Mustofa Bisri itu masih mengunjungi kediaman presiden ke empat itu dan melahap makanan sederhana.

Lewat akun Instagram, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu bernostalgia dengan mengunggah potret masa mudanya bersama Gus Dur.

" Al-Fãtihah lisayyidiil-akh Asy-Syeikh Abdurrahman Wahid, rahimahuLläh," demikian tulis Gus Mus.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ahmad Mustofa Bisri (@s.kakung)

 

1 dari 5 halaman

Reaksi Netizen

Foto bergaya hitam putih ini tentu berhasil mencuri perhatian. Sejumlah warganet turut memberikan pujian dengan ketampanan paras Gus Mus dan Gus Dur di masa muda.

" Guanteng ya allah," tulis akun @zam_mannn.

" Ya Allah.... Waktu mudany Kyai 2 Niki tamvan-tamvan. Barakallahhh," sambung akun @siisroma23.

" Ya ampun ganteng2 bgt ya masa mudanya," komentar akun @afrohasyim

Melihat foto keduanya, warganet tak lupa mendoakan Alamarhumm Gus Dur dengan membacakan Al Fatihah untuknya.

" Al Fatihah," tulis akun @dediaahmad.

" Al fatiha u alm.Gus Dur," sambung akun @haryantierlin.

" Al fatihah," imbuh akun @sodikinsodikin28.

Sumber: brilio.net

 

2 dari 5 halaman

Gus Mus dan Buya Syafii Maarif Juga Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia 2021

Dream - The Royal Islamic Strategic Studies Centre, lembaga riset independen berbasis di Amman, Yordania, kembali meliris indeks tokoh berpengaruh. Indeks ini merupakan hasil survei tahunan untuk mengetahui sejumlah Muslim yang berpengaruh di dunia.

Sejumlah nama masuk dalam Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2021. Mereka berasal dari seluruh penjuru dunia.

Demikian pula dari Indonesia. Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, dan Pemimpin Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Muktabarah An Nahdiyah (Jatman), Habib Lutfi bin Yahya, masuk dalam daftar top 50.

Ketiganya dinilai punya pengaruh kuat di tengah publik. Sikap yang mereka jalankan mampu membuat publik tergerak.

Selain ketiganya, terdapat sejumlah nama lain yang juga masuk dalam daftar muslim berpengaruh dunia. Di antaranya KH Achmad Musthofa Bisri atau Gus Mus, Syafii Maarif, dan Din Syamsuddin yang masuk dalam kategori Cendekiawan Muslim.

 

3 dari 5 halaman

KH Achmad Musthofa Bisri, Ulama Sekaligus Sastrawan

KH Achmad Musthofa Bisri dikenal sebagai cendekiawan agama, penulis puisi, novelis, pelukis sekaligus intelektual Muslim. Lulusan Universitas Al Azhar Kairo ini pernah menjabat sebagai Rais 'Aam PBNU dan punya pengaruh kuat dalam pengembangan sosial serta politik NU.

Gus Mus mengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, pesantren yang cukup prestisius di Rembang, Jawa Tengah. Gus Mus merupakan model yang memadukan spiritualitas dengan ekspresi artistik yang mengagumkan.

Kerap dijuluki Presiden Puisi, dia dipuji atas keberaniannya dalam mempertahankan kebebasan artistik dan beragama menghadapi serangan radikal.

 

4 dari 5 halaman

Syafii Maarif, Pegiat Toleransi dan Pluralisme

Syafii Maarif, merupakan salah satu cendekiawan yang komentar politiknya selalu menarik perhatian yang signifikan.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1998-2002) ini aktif terlibat dalam gerakan lintas agama dan perdamaian baik lokal maupun internasional lewat Maarif Institute for Culture and Humanity, yayasan kemanusiaan yang dia dirikan.

Pada 2008, Syafii mendapatkan penghargaan bergengsi Magsaysay Award atas kiprahnya mendorong umat Islam mengembangkan toleransi dan pluralisme. Dia juga meraih penghargaan Habibie Award atas kiprahnya mempromosikan dialog lintas agama dan harmonisasi agama.

 

5 dari 5 halaman

Din Syamsudin, Pendorong Perdamaian

Din Syamsudin pernah memimpin organisasi Islam terbesar kedua Muhammadiyah kurun waktu 2005-2015. Sempat menjabat sebagai Ketua Umum MUI dan Dewan Pertimbangan MUI.

Din juga merupakan anggota dari Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam. Juga menjabat sebagai pimpinan World Peace Forum sekaligus Presiden dari Forum Lintas Agama Indonesia.

Din terpilih kembali sebagai Presiden Konferensi Asia untuk Keberagamaan dan Perdamaian untuk lima tahun ke depan. Din masih sangat aktif dalam dialog lintas budaya.

Beri Komentar