Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
TNI AL Korban Kecelakaan Cibubur (Foto: Merdeka.com/Rahmat Baihaqi)
Dream - Kecelakaan maut di Cibubur, Senin 18 Juli 2022, sekitar pukul 16.40 WIB memang tragis. Truk tangki Pertamina yang menabrak sejumlah mobil dan sepeda motor sampai ringsek. Setidaknya ada 10 orang yang nyawanya melayang dalam tragedi tersebut.
Dua dari korban meninggal adalah pasutri anggota TNI, Prajurit TNI AL Peltu Suparno (51) dan istrinya, Priyastini (50), yang merupakan ASN yang juga ditempatkan di TNI AL.
Sore itu Peltu Suparno tengah membonceng istrinya, Priyastini, dari kantor menuju kediamannya di Jonggol, Bogor. Kepergian mereka menyisakan pilu mendalam bagi putra semata wayangnya, Aprino Bagus Sadewo (22). Sore itu Bagus sedang menunggu kepulangan mereka sambil menonton televisi.
" Biasa, nunggu ayah ibu sambil nonton tv atau maen handphone," jelas Bagus dengan tegar kepada Merdeka.com, Selasa, 19 Juli 2022.
Pria yang kini duduk di bangku kuliah semester terakhir Universitas Gunadarma Depok, Fakultas Teknik Mesin itu mengaku tidak mendapat firasat apapun.
" Kalau firasat sih sama sekali enggak ada, kaya mimpi atau pertanda lain enggak ada sih," ungkapnya.

Dia mendengar informasi kecelakaan tersebut berawal dari teman-temannya. Saat itu berita kecelakaan di cibubur hangat dan viral di media sosial. Hingga seorang tetangga mengabarkan jika kedua orangtuanya turut menjadi korban kecelakaan tersebut.
" Saya lihat kabar itu tiba-tiba tranding, terus juga ada info dari komunitas-komunitas saya," cerita Bagus.
" Kira-kira setengah empat sore dihubungin sama tetangga-tetangga, kalau orang tua saya kecelakaan. Dari orang kompleks sini yang kebetulan lewat sana," lanjutnya sambil menahan bibir yang bergetar.
Lantas, Bagus mencari kebenaran informasi tersebut. Dia pergi ke tempat kejadian kecelakaan sambil mengajak salah satu tetangganya. Namun dia mengurungkan niatnya.
" Saya coba cari info yang benar gimana, terus ajak tetangga bawa mobil, langsung ke tempat kejadian. Karena di tengah jalan itu kan macet dan juga arahan dari sini 'jangan kesana, kamu pulang aja'. Akhirnya saya puter balik," ucapnya.

Malang, informasi yang terungkap selanjutnya, ayah dan ibunya sudah meninggal. Kedua orangtuanya sudah pulang ke panggilan Ilahi.
" Saya dapet info tentang ayah oke saya terima, terus saya cari info tentang ibu ternyata sama (meninggal)," imbuhnya.
Nasibnya, kini dia harus hidup sebatang kara. Bagus pun mengingat momen kehidupan sehari-harinya bersama keluarganya. Katanya, mereka sering bercanda.
" Kita juga sering becanda - bercanda, karena kita disini terkenal ramai walaupun cuman bertiga tapi kayanya satu keluarga besar lagi di rumah," tuturnya.
Bagus yang sekarang sedang disibukkan dengan urusan skripsi, harus mengakhiri cerita harmonis dengan keluarganya itu. Wisuda yang nantinya akan dihadiri kedua orangtunya pun sirna.
Dia hanya bisa berdoa kedua orangtuanya ditempatkan di surganya Sang Pencipta.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

