Kesan Raja Salman Berlibur di Bali, Ini Kata Menag

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 12 Maret 2017 10:37
Kesan Raja Salman Berlibur di Bali, Ini Kata Menag
Menag berharap Raja Salman dapat kembali Indonesia.

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berharap Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud mau kembali lagi datang ke Indonesia. Lukman berharap dalam waktu tak terlalu lama orang nomor satu di Jazirah Arab itu kembali mengunjungi Indonesia, entah dalam konteks kunjungan kenegaraan, maupun berlibur.

" Ya mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi beliau akan kembali lagi. Mudah-mudahan," kata Lukman di Kuta, Minggu 12 Maret 2017.

Lukman mengaku akan bertanya langsung kepada Raja Salman kesan selama berlibur di Bali. Pertanyaan itu dia ajukan sesaat sebelum Penjaga Dua Kota Suci itu bertolak menuju Jepang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

‎" Saya akan tanyakan tentang itu. Saya akan tanyakan bagaimana kesan-kesan beliau selama berada di Bali," ucapnya.

Menurut Lukman, Raja Salman memiliki kesan mendalam terhadap Bali. Itu dibuktikan dengan diperpanjangnya masa liburan Raja Salman dan rombongan dari yang semula hingga 9 Maret lalu menjadi hingga hari ini. Ia pun mengaku gembira karena Raja Salman dan rombongan menikmati suasana alam Bali.

" Tentu kita sangat bersyukur, kita bergembira, senang, bersuka cita, karena rupanya Raja Salman dan delegasi rombongan yang menyertai beliau cukup menikmati suasana Bali. Itu bisa dibuktikan dengan beliau memperpanjang masa liburannya," ujar Lukman.

" Jadi, ini menunjukkan bahwa kita bersyukur beliau bisa menikmati Pulau Bali dengan segala keindahan alamnya, keramah-tamahan penduduknya dan berbagai fasilitas yang ada di Bali ini. Saya mendengar tadi kabar bahwa masyarakat Bali pun sangat bergembira dengan kunjungan Raja Salman ini, sehingga Alhamdulillah kita bersyukur kedua belah pihak, baik Raja Salman beserta rombongan maupun masyarakat Bali itu sendiri saling berbahagia, bergembira dengan kunjungan ini," ucap Lukman. (Laporan Berry Putra, Bali)

1 dari 2 halaman

Di Mana Raja Salman Sholat Jumat Saat Berlibur di Bali?

Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, sedang menikmati liburan di Bali. Dia baru meninggalkan Pulau Dewata untuk melanjutkan tur ke sejumlah negara Asia pada Minggu 12 Maret 2017.

Sebagai Muslim, hari ini, Jumat 10 Maret 2017, Raja Salman tentu akan melaksanakan Sholat Jumat berjemaah. Tetapi, di manakah raja yang naik tahta sejak awal 2015 ini akan melangsungkan Sholat Jumat?

Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, mengatakan, hingga Kamis sore belum mendapatkan informasi di mana Raja Salman akan melaksanakan Sholat Jumat.‎

" Tempat sholat (Jumat) sampai sekarang belum ada informasi," kata Golose di kantornya, Kamis 9 Maret 2017.

Hanya saja, Golose menengarai bisa saja Raja Salman beserta rombongan akan melangsungkan Sholat Jumat di hotel. Sebab, hingga kini belum ada permintaan khusus pengamanan masjid yang akan digunakan Pelayan Dua Kota Suci itu untuk melangsungkan Sholat Jumat.

‎" Tetapi kita ingat, kalau lebih dari sekian orang itu kan bisa melaksanakan sholat berjamaah (tanpa harus di masjid). Belum ada permintaan masjid tertentu untuk sholat Jumat. Bisa jadi (di hotel)," ucap dia.

(Laporan: Berry Putra, Bali)

2 dari 2 halaman

Menteri Agama Beberkan Sifat Asli Raja Salman

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku terkesan dengan sifat Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulazis Al Saud. Lukman yang tiga hari menjadi pendamping, melihat pemimpin berusia 81 tahun itu sangat ramah.

Selain ramah, kata Lukman, Raja Salman merupakan sosok yang kebapakan dan murah senyum. Bahkan, dalam beberapa kesempatan bersama Presiden Joko Widodo, Raja Salman kerap melempar humor-humor segar.

" Yang tentu tidak diketahui oleh banyak kalangan ternyata Raja itu humoris. Jadi Beliau (memiliki sifat) kebapakan dan sangat murah senyum, ramah dan cepat membuat lawan bicaranya akrab dan merasa nyaman," kata Lukman di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 10 Maret 2017.

Salah satu bahan lelucon yang terkenang oleh Lukman tentang fotografer. Guyonan itu berdasarkan kondisi Islam di Arab Saudi. " Meski jumlahnya kecil, beberapa ulama di Saudi Arabia mengharamkan foto dan gambar," tambah Lukman.

Menurut Lukman, banyak orang menganggap Raja Salman tak bisa didekati. Namun, kata dia, anggapan itu hanya bentuk kesalahan persepsi.

" Biasanya orang yang mempersepsikan Raja itu orang yang untouchable atau orang yang sulit tersentuh, tapi beliau menujukkan sifat itu tadi, yang mengayomi dan kebapakkan dan yang paling mengesankan itu humoris," tutur Lukman.

Beri Komentar